Mespon langkanya Elpiji 3Kg PT Desy Bersaudara gelar OP, Minggu (9/6) sore. ist

JPNews – Agen Resmi PT. Desy Bersaudara merespon langkanya Elpiji 3Kg di Balikbukit, Lampung Barat (Lambar) sejak tiga hari terakhir. Sebab, akibat sukar didapat, harga pertabung melon itu capai Rp35 ribu.

Karenanya PT Desi Bersaudara menggelar operasi pasar (OP) di sekitar terminal Pasar Liwa dan Pekon Padang Cahya, Minggu (9/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tumpal Donius, Agen Gas PT. Desy Bersaudara, menjelakaskan OP digelar karena konversi minyak ke gas itu sempat langka di tingkat pengecer. Dan harga mencapai Rp30 ribu - Rp35 ribu per tabung.

Untuk menekan harga, pihaknya membawa 560 tabung dalam pengawasan tersebut dan habis terjual. Pertabung dihargai Rp19 ribu.

“Kami membawa 560 tabung Elpiji 3Kg dengan harga jual pertabung Rp19 ribu. Catatan satu orang pembeli dibatasi hanya bisa membeli dua tabung tabung saja," ujar Tumpal.

Sementara itu seorang warga Pekon Padang Cahya yang ikut membeli tabung gas dalam OP itu menyampaikan apresiasi.

“Kami sangat merasa terbantu dengan adanya operasi pasar ini, mudah-mudahan kedepannya harga tabung Elpiji 3Kg akan stabil dan mudah didapat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Elpiji 3Kg mulai langka di sekitar Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat (Lambar) sejak Jumat (7/6) siang.

Bahkan, gas dalam tabung melon itu juga sukar didapat di seputaran Tanjung Raya, Sukau.

Akibatnya, semula konversi minyak ke gas itu dibanderol Rp23 ribu per tabung kini harus dihargai Rp25 ribu pertabung.

Langkanya Elpiji subsidi itu dipicu lantaran libur lebaran Idul Fitri 1440H.
"Ini karena suasana lebaran. Jadi barang belum dikirim agen," ujar salah seorang pedagang, di Pekon Balak, Sabtu (8/5).

Bahkan, di sekitar Pasar Seblat, Tanjung Raya, Sukau meski didapat, Elpiji dalam pengawasan tersebut dihargai Rp35 ribu per tabung. 

"Saya punya dua (tabung gas Elpiji). Mau dipakai sendiri, karena saya jualan sosis. Kalau mau ambil Rp35 ribu satu tabung," ujar Teh Ema di sekitar Pasar Seblat, Sabtu malam.

(*/sai/JPN)

Komentar

Ekonomi Lainnya