ist

JPNews - Lembaga pendidikan non formal Quranic Learning Indonesia (QLI) 1 Lampung siap mendidik pemuda penghafal Al Quran. 

Syukuran operasional QLI 1 khusus putri di Lampung dilakukan, Kamis (30/5), berlangsung secara sederhana dengan mengundang tokoh agama, pamong, warga Jl. Mata Air X Segala Mider Tanjungkarang Barat, Bandarlampung. 

Ketua Yayasan QLI Lampung Suseno Setio Budi menjelaskan, cikal bakal berdirinya QLI  berawal program hafalan Al Quran di Masjid Al Mujahidin Rawalaut. Kegiatan hafalan ini sudah berjalan dua tahun yang diikuti dari beberapa daerah di Lampung.

QLI 1 Lampung yang didirikan oleh H. Riza Mihardi dan keluarga ini, tahap awal dibuka untuk mahasiswi atau lulusan SMA dengan kapasitas 20 orang. Program dua tahun full menghafal setoran hafalan Al Quran. Namun kata Suseno, bagi yang bacaan Al Quran kurang baik, maka tahap awal membaca Al Quran 10 juz per hari. Setelah bacaan Al Quran lancar kemudia berlanjut program hafalan Al-Quran.

Kegiatan belajar di QLI lanjut, Suseno, dimulai pukul 03.00 WIB dengan shalat Tahajud, lalu Shalat Subuh, Dzikir hafalan baru pada pagi hari. Kemudia pada malam harinya murojaah hafalan pagi. Karena itu, kata Suseno sebelum siswi masuk program pendidikan hafalan Al Quran di QLI, harus menyepakati atau menyetujui kegiatan yang akan diikuti.

Untuk mengikuti program pendidikan di QLI 1 rupanya sangat murah. Sebagai tanda ikatan atau keseriusan mengikuti pendidikan hafalan Al Quran, siswi hanya dikenai SPP Rp500 untuk biaya mukim. "Tidak memakai uang pendaftaran. Karena kegiatan QLI 1 ini merupakan infaq dari pemilik rumah Al Quran," ujar Suseno.

Suseno besama pemilik rumah Al Quran, optimis lembaga pendidikan hafalan Al Quran akan berjalan. Sebab, sekarang ini banyak mahasiswa mempunyai hafalan Al Quran. "Ini berdasaran pengalaman yang kita buka program subuh di Masjid Al Mujahidin sudah punya hafalan 20 juz dan itu berjalan," kata Suseno.

Masih menurut Suseno, minat pemuda untuk mengikuti program hafalan Al Quran cukup tinggi. Ini bisa dilihat baru dibuka QLI 1 wanita di Segala Mider Tanjungkarang Barat ini, sudah ada 11 orang yang mendaftar. Begitu juga dengan QLI putra sudah ada 13 orang yang mendaftar.

Proses pendidikan hafalan Al Quran di QLI 1 berlangsung aktif enam hari, tapi khusus hari Sabtu program Tasmi' seluruh hafalan dan Minggu libur. 

Sementara itu, pemilik rumah Al Quran QLI 1 putri Lampung H. Riza Mirhadi, SH, saat dimintai keterangan mengatakan, QLI 1 didirikan sebagai bentuk panggilan. Riza Mirhadi juga anggota DPRD Lampung ini menilai bahwa belakangan ini masyarakat yang peduli dengan syiar agama jumlahnya makin banyak, terutama tahfid Quran.

"Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa syukur, keluarga kami mendirikan rumah Al Quran yang nantinya menjadi madrasah bagi generasi muda yang ingin menghafal Al Quran," ujar Riza. 

Menurut Riza, kalau memikirkan urusan duniawi tidak akan pernah ada habisnya. Oleh sebab itu, dia tergerak untuk memfasilitasi generasi muslimah belajar agama wabil khusus penghafal Al Quran. Ia pun berharap masyarakat juga bisa bergerak untuk memfasilitasi pemuda pecinta Al Quran.

"Kami hanya memfasilitasi untuk masyarakat menghafal Al Quran. Kami berharap masyakat juga ikut peduli. Kalau cita-cita besar nya kedepannya ingin punya Pondok Pesantren," ujar Riza. (*/jpn)

Komentar

Edukasi Lainnya