TOP 0 Netizen

Fakhira Nabilah

MINUMAN berkarbonasi atau yang sering kita sebut sebagai minuman bersoda memang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Rasanya yang manis dan ada sensasi segar pada minuman bersoda sangat digemari masyarakat.

Nah, ternyata minuman dengan penambahan CO2 ini sudah dikenal mulai abad ke-18 di Negara Inggris. Metode penambahan CO2 pada minuman ini selanjutnya diaplikasikan oleh para produsen minuman berperisa untuk menciptakan sensasi sparkle dan segar. 

Tahukah Anda apa sebenarnya soda itu ? Air soda memiliki rumus kimia H2CO3. Pembuatan air soda diperlukan beberapa komponen penting yaitu air dan gas karbondioksida. Air soda dapat dibuat dengan cara melarutkan gas karbondioksida atau CO2 ke dalam air yang akan dijadikan air soda.

Gas karbondioksida tersebut kemudian diinjeksi ke dalam air dengan menggunakan tekanan yang sangat tinggi, setelah itu karbondioksida akan membentuk asam karbonat.

Munculnya asam karbonat tersebutlah yang membuat minuman ini disebut minuman berkarbonasi. Asam karbonat tersebut yang menyebabkan timbulnya sensasi khas soda di mulut dan perasaan yang menggigit pada saat diminum.

Mengonsumsi minuman bersoda secara berlebihan sudah diketahui banyak orang akan mengakibatkan gangguan kesehatan yang cukup beresiko. Minuman bersoda selama ini dikenal sebagai minuman yang mengandung kandungan gula yang tidak sedikit, kemudian kadar kafein yang asupannya harus dibatasi.

Namun tidak hanya kadar gula dan kafein yang menjadi pemicu gangguan kesehatan yang terdapat dalam minuman soda tetapi pewarna karamel pada minuman bersoda juga dicurigai dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan bagi tubuh manusia.

Pewarna karamel pada minuman bersoda memang sangat umum di gunakan selama bertahun- tahun.

Keamanan pada pewarna karamel yang juga sering digunakan sebagai penambah rasa pada minuman bersoda juga tidak lagi diragukan oleh Food and Drug Administration (FDA). Namun anggapan ini berubah sejak ditemukannya 4- methylimidazole (4- Mel). Senyawa kimia tersebut ditemukan setelah penggunaan pewarna karamel pada minuman bersoda. Senyawa 4- Mel merupakan senyawa yang diduga sebagai pemicu penyakit kanker dan bahan kimia 4- Mel tersebut terbentuk dalam produk selama proses pemasakan.

Sebenarnya, dugaan penambahan pewarna karamel pada minuman bersoda sebagai pemicu kanker ini baru berdasarkan penelitian terhadap tikus bukan berdasarkan pada tubuh manusia namun tidak ada salahnya untuk tetap selalu waspada terhadap minuman bersoda, jangan mengonsumsi terlalu banyak minuman soda tanpa mengimbanginya dengan mengonsumsi makana yang menyehatkan. (*)

Penulis Fakhira Nabilah

Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran (Unpad)

Komentar

Netizen Lainnya