ilustrasi (ist)

JPNews - Dugaan pemotongan dana operasional Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Way Khilau menemui titik terang.

Investigasi yang dilakukan JP-News menguak fakta bahwa ada sejumlah potongan dana yang diduga dilakukan sekretariat maupun PPK Kecamatan Way Khilau.

Bendahara Sekretariat PPK Way Khilau, Abdul Gofur saat di hubungi JP-News terkesan menghindar, dan melalui sambungan telepon dirinya menyuruh salah satu anggota PPK menjawab pertanyaan dari wartawan JP-News.

"Semua sudah kita salurkan, ini coba Abang ngomong dengan anggota PPK kebetulan ada disini," ujarnya, (Seraya menyerahkan hp kepada orang lain), Kamis (23/5).

Anggota PPK Way Khilau yang dimaksud menyebutkan telah memberikan dana operasional sesuai dengan RKA yaitu untuk pembuatan TPS sebesar Rp.1.575.000,- dan konsumsi Rp.1.080.000,- untuk seluruh anggota KPPS di satu TPS.

"Coba abang tanya PPS, jangan cuma KPPS, sesuai RKA kami sudah berikan kepada PPS, hanya memotong dana pembelian tripleks karena di TPS harus ada tripleks," ungkapnya.

Saat dihubungi, salah satu PPS di Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau membantah pernyataan dari Sekretariat PPK Way Khilau jika dirinya menerima sejumlah dana yang disebutkan.

"Coba Abang tanya Cecep sekretariat PPS, saya tidak ingat, namun biaya makan kita terima hanya 360ribu untuk 1 TPS, sedangkan pembuatan TPS juga tidak seperti yang disebutkan (Rp.1.575.000,-)," ungkapnya.

Dugaan pemotongan dana operasional KPPS di Kecamatan Way Khilau terungkap setelah keluhan beberapa KPPS terkait besaran jumlah dana operasional yang diterima saat penyelenggaraan pemilu April 2019 yang lalu.

KPPS di Desa Mada Jaya mengaku hanya menerima uang makan sebesar 360ribu, jauh dari besaran anggaran sesuai RKA yakni Rp1.080.000,-. Selain itu untuk pembuatan TPS yang seharusnya Rp1.575.000,- hanya diterima Rp760.000,-.

"Kami keberatan pak kalau dananya di potong potong, apalagi uang makan lebih dari setengahnya di potong, buat apa dana sisanya? Kan itu sudah menjadi hak penyelenggara pemilu di TPS masing masing," ujar salah seorang KPPS di salah satu TPS di Desa Mada Jaya.

Hal serupa dirasakan anggota KPPS di Desa Kubu batu, pihaknya menerima dana yang besarannya tidak jauh berbeda dari apa yang di terima KPPS di Desa Mada Jaya.

"Ya hampir sama dari Mada Jaya pak, uang makan cuma dikasih 360ribu, kok bisa ya di potong potong, padahal kami kerja dari pagi sampai pagi lagi," ujar salah seorang KPPS Desa Kubu Batu yang enggan disebutkan namanya, Jumat (24/5).

Dengan fakta diatas, diduga ada kerugian negara bernilai ratusan juta rupiah yang dilakukan Sekretariat PPK Way Khilau. jumlah TPS di Kecamatan tersebut 96 TPS, dugaan potongan anggaran operasional lebih dari Rp1,5 juta per TPS. (ram/ran)

Komentar

Lampung Lainnya