ist

JPNews - Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) melaporkan Walikota Pekanbaru Firdaus  ke Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi Dana Bansos tahun 2013.

LAMI mencium ada potensi kerugian negara sebesar Rp82 miliar terkait penyaluran dana bansos itu.

“Kami melaporkan adanya dugaan kerugian negara terkait penyaluran dana bansos tersebut terhadap kelompok masyarakat sesuai surat audit BPK Nomor 15B/S-HP/XVIII.PEK/06/2014, terhadap walikota Pekanbaru pada tanggal 19 Juni 2014 yang lalu,” ujar Koordinator LAMI Munan Suprianto, dalam keterangan tertulisnya dan dibenarkan Ketum DPP Lami Jonly Nahampun, Kamis (23/5).

Menurutnya, LAMI meminta agar KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan penyimpangan anggaran dana hibah dan Bansos di pemerintahan Kota Pekanbaru hasil investigasi

“Hasil investigasi kami di lapangan bahwa kelompok masyarakat yang dimintai tandatangannya dalam proposal, mengatakan bahwa dana hibah maupun Bansos tersebut, tdak sampai ke masyarakat. Bahkan di antara mereka tidak tahu menahu masalah bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Pihak Firdaus belum memberi tanggapan resmi terkait laporan dan indikasi tersebut.

(*/jpn)

Komentar

Nasional Lainnya