JPNews - Dugaan pemotongan dana operasional Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada perhelatan pemilu serentak 2019 yang lalu sudah sangat mengkhawatirkan, kali ini beberapa anggota KPPS Kecamatan Way Khilau turut suarakan pemotongan.

Salah seorang anggota KPPS salah satu TPS di Desa Mada Jaya menyebutkan, dirinya hanya menerima dana operasional jauh dari apa yang ada di Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

"Katanya dana pembuatan TPS itu Rp 1,5 juta lebih, namun pada kenyataannya kami hanya diberi Rp 700 ribu, begitu pula dana makan yang hanya berjumlah Rp 360 ribu untuk seluruh anggota KPPS berikut linmas, saya bertanya-tanya sisa dana tersebut buat apa?," ujarnya yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dirinya menduga, hal serupa dialami KPPS lain di Kecamatan Way Khilau karena dalam penerimaannya pihak KPPS tidak diberi tanda terima pengambilan dana.

"Kami tidak diberi nota seperti di Kecamatan lain, hanya oret-oretan dibuku, namun jumlahnya sudah kami tulis," tukasnya.

Terpisah, Bendahara Sekretariat PPK Way Khilau, Abdul Gofur menampik dugaan pemotongan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah memberikan dana operasional sesuai dengan RKA.

"Semua sudah disalurkan bareng-bareng dengan PPK kepada PPS, selanjutnya PPS salurkan ke masing-masing KPPS," kata dia, Rabu, (22/5).

Lain lagi apa yang dikemukakan ketua PPS Desa Mada Jaya, Zainal Bahrus, dia mengaku dana yang diberikan pihak PPK disalurkan semua ke KPPS, hanya saja menurut dia, setelah dana diterima ada pihak PPK yang meminta kembali dana pembuatan TPS untuk pembelian tripleks.

"Apa adanya saya kasih ke KPPS, lalu ada PPK yang meminta dana untuk pembelian TPS, kalau dana makan anggota KPPS gak sampe 1 juta mas, saya kasihkan apa adanya ke bawah," ungkapnya.

Untuk diketahui, sesuai RKA yang ada, dana operasional pembuatan TPS senilai Rp.1.575.000,- hanya diberikan Rp. 700.000,- dan dana makan untuk 9 anggota di TPS senilai Rp.1.080.000,- hanya diberikan Rp.360.000,-.

Jumlah TPS di Kecamatan Way Khilau sebanyak 96 TPS. Diduga ada kerugian negara puluhan juta rupiah. (ram/ran/snd)

Komentar

Lampung Lainnya