JPNews - Petugas Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi menemukan belasan armada bus di Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat  tidak laik jalan saat melakukan ramp check atau kelaikan kendaraan di terminal tersebut.

"Dari 82 kendaraan yang dicek, tercatat ada 12 kendaraan yang ditilang," kata Kepala Unit Pengendalian Operasi pada Terminal Induk Kota Bekasi, Acim Maulana di Bekasi, Rabu (23/5).

Acim mengatakan, puluhan kendaraan itu dicek mulai dari fisiknya, seperti kaca spion, ketebalan ban, pengereman, hingga dokumen KIR dan segala yang menyangkut teknis kendaraan.

"Bagi yang ditilang karena remnya blong atau dokumen kelaikan berupa KIR sudah kedaluarsa," ujarnya.

Surat tilang yang diberikan petugas merupakan bentuk peringatan dengan harapan mereka segera memperbaiki armadanya. Dengan demikian, pada pelaksanaan mudik dari H-7 sudah bisa dioperasikan dengan baik.

"Apabila nanti di tengah jalan saat mudik ditemukan masih ada kendaraan yang tidak laik jalan, maka kami sanksi tegas berupa pelarangan operasi atau dikembalikan ke pool," katanya.

Menurutnya, kondisi prima armada bus saat dioperasikan terbukti mampu menekan potensi kecelakaan. Terutama di bagian pengereman, karena kendala yang paling sering terjadi pada bus adalah mengalami rem blong ketika digunakan mengantar penumpang.

"Kita ingin penumpang merasa nyaman dan aman saat menggunakan transportasi bus, makanya bus kita periksa," ujarnya.

Terminal Induk Kota Bekasi sendiri telah menyiapkan sebanyak 461 armada bus untuk mengakomodir para pemudik dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Pulau Sumatera.

"Untuk menghindari kepadatan penumpang, bahkan terminal menyiapkan bus cadangan sebanyak 100 armada," kata dia.

Dari total 461 armada, 273 di antaranya disiapkan untuk rute Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), sementara 188 lainnya merupakan armada Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Meski demikian, minat masyarakat untuk mudik menggunakan bus di terminal mengalami penurunan setiap tahun. Diprediksi penurunan berkisar lima persen dan terjadi sejak lima tahun lalu.

"Tapi pada 2018 lalu sebetulnya mengalami peningkatan 10 persen dibanding hari biasa, cuma kalau dibanding dengan lebaran sebelumnya justru turun lima persen," katanya.

Penurunan jumlah penumpang di terminal, disebutnya sebagai imbas dari maraknya program mudik gratis yang digelar oleh sejumlah instansi.

"Hingga kini, belum terjadi peningkatan jumlah penumpang karena biasanya arus mudik mulai terasa sejak H-7 lebaran. Sementara untuk lonjakan mudik di Terminal Induk Kota Bekasi biasanya terjadi pada H-3 lebaran," tandas dia.

(ant/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya