Mirzalie

JPNews – Nama Mirzalie bakal kembali mengisi Balai Keratun atau biasa disebut Gedung DPRD Provinsi Lampung periode 2019-2024. 

Calon legislatif (caleg) yang maju lewat Partai Gerindra Nomor Urut 3 itu lolos dari dapil III meliputi Tanggamus, Lampung Barat dan Pesisir Barat untuk periode kedua. 

Di mana pada Pileg 2014, Mirzalie bertarung lewat Partai Golkar duduk di kursi DPRD Lampung dengan perolehan suara tembus 14.909. 

Ia sempat batal dilantik sebagai wakil rakyat karena polemik internal partai Golkar Lampung pada 1 September 2014 lalu. 

Ketua DPD I Golkar Lampung Alzier Dianis Thabranie mendesak Mirzalie untuk mengundurkan dari anggota DPRD Lampung sekaligus pencopotan Ketua DPD II Golkar Lampung Barat dengan menggelar Musdalub.

Namun begitu, mantan Ketua KPU Lampung Barat Periode 2002-2008 itu tetap dilantik dan jadi Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung.

Posisi Mirzalie kembali terancam lantaran perpecahan Partai Golkar secara nasional hingga Provinsi Lampung. Ia bersama Azwar Yaqub, FX Siman dan Mega Putri Tarmizi masuk radar PAW kubu Alzier Dianis Thabranie pada tahun 2015 silam. Keempatnya yang berada di barisan Heru Sembodo atau Kubu Munas Ancol juga dipecat dari Partai Golkar yang ditanda tangani Aburizal Bakrie. 

Barisan Keluarga Besar Partai Golkar Lampung yang dipimpin FX Siman  melaporkan Alzier ke DPP atas dugaan menabrak aturan organisasi demi ambisi dan kepentingan pribadi. Seperti kasus Mirzalie yang beberapa kali dipecatnya tanpa alasan yang jelas. Sehingga Mahkamah Partai Golkar memutuskan bahwa Mirzalie tidak bersalah 

Gejolak partai pohon beringin itu kian meluas hingga Ketua DPD I Golkar Lampung dikomandoi mantan Sekda Lampung, Arinal Junaidi yang juga Gubernur Terpilih Lampung.

Pergantian tersebut nyatanya membuat posisi Mirzali di lembaga legislatif kembali digoyang. Alumnus Magister Kenotariatan Universitas Diponogoro (Undip) harus pindah ke Komisi V DPRD Lampung karena Komisi I bakal diisi kembali oleh Ririn Kuswantari. 

Anggota DPRD Lambar periode 2009-2014 itu makin terpojok setelah namanya dicoret dari daftar bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Lampung maupun DPR RI pada Pemilu 2019.

Buntut kekecewaan tersebut, Mirzalie pun memutuskan untuk hengkang dari partai yang membesarkannya.

Pengunduran diri dari Partai Golkar langsung direspon pengurus. Tepatnya pada 7 November 2018, politisi Golkar Indra Ismail dilantik menjadi pengganti antarwaktu (PAW) dari anggota DPRD Lampung peroode 2014-2019. Ia menggantikan Mirzalie yang mengundurkan diri setelah maju sebagai caleg dari Partai Gerindra.

Pria kelahiran Kenali, 6 Juli 1978 itu akhirnya melawan keputusan partai dengan menggugat ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang. Sayang gugatan Mirzali yang ditujukan kepada Arinal Junaidi hingga Kemendagri itu ditolak pada 16 Oktober 2018.

Di partai Golkar, warga Jalan Baru Nomor 131, Kenali Belalau, Kabupaten Lampung Barat itu juga pernah menjabat sebagai  Wakil Ketua Bidang Koperasi dan Wirasuaha DPD I Lampung era kepeminpinan Arinal. 

Mirzaalie juga harus menjadi Plt Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Barat setelah Tomy Ardi mengundurkan diri pada 1 Maret 2017 silam. Owner International English Course Bandarlampung 2003-2005 itu mempin Golkar Lampung Barat hingga Musdalub. Di mana, saat ini Ketua KPU Lambar Ismun Zani.

Partai Gerindra Lampung yang dipimpin Gunadi Ibrahim sukses mengimbangi keperkasaan PDIP di wilayah Tanggamus, Lambar dan Pesibar. Partai besutan Prabowo Subianto mengantarkan dua wakil duduk sebagai DPRD Lampung yaitu Mirzalie dan Mukhlis Basri sekaligus Ketua DPC Gerindra Tanggamus.

Putera Asli Lambar yang juga Alumnus Sarjana Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) lolos parlemen setelah bertarung dengan sembilan caleg internal Gerindra. Mereka adalah Fitri Noviana Makmur Azhari, Firman Yani, Mastang, Maryani, Chori Maulidi, Rozelawati, Mus'ab Robani dan M. Shobir. 

Mirzalie yang merupakan kandidat doktor Ilmu Hukum Univeritas Jagabaya Jakarta itu 

(mst/JPN)

Komentar

Politik Lainnya