JPNews - Kabid Penegakan Perda dan SDA Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sudrajat menuturkan, terkait  Toko Rizky Jaya (RJ) yang beroperasi sebagai grosir petasan, yang meledak dan menyebabkan 6 orang terluka pada Senin (13/5) sekira pukul 16.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi saat pekerja melakukan bongkar muat petasan, belum jelas status perizinannya.

Baca juga: 5 Orang Terluka, Polisi Dalami Izin Distributor Petasan di Stasiun Timur

"Toko RJ belum jelas terkait perizinannya. Pemiliknya belum ada konfirmasi karena masih menjalani perawatan di rumah sakit,” tuturnya kepada JP-News.id, Rabu (15/5).

Menurut dia, dari pemeriksaan yang dilakukan Selasa (14/5) kemarin, perizinan beroperasi sebagai grosir petasan dimiliki Toko Samudera dan Toko Sinar Abadi, karena dilengkapi dengan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dari Pemkot Sukabumi dan izin-izin lainnya.

"Dua toko diketahui memiliki izin menjalankan usaha sebagai grosir petasan di Kota Sukabumi. Dengan demikian, dua toko yang legal dimiliki Toko Samudera dan Toko Sinar Abadi," terangnya.

Lanjut dia, secara keseluruhan, petasan yang dijual di Toko Samudera dan Toko Sinar Abadi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengantongi izin dari Polda Jabar melalui Ditintelkam (Direktorat Intel dan Keamanan).

"Petasan yang disediakan pemilik toko tidak melanggar ketentuan seperti tercantum pada izin dari Ditintelkam Polda Jabar," ungkapnya.

Dia menambahkan, Berdasarkan informasi yang diterima Satpol PP,  jenis petasan yang meledak di depan Toko RJ dipasok dari industri rumahan lokal.

"Selanjutnya Satpol PP akan terus melakukan monitoring di lapangan untuk mengecek pelaksanaan Peraturan Wali (Perwal) Kota Sukabumi Nomor 11 Tahun 2013 tentang Tertib Ramadhan yang di dalamnya terdapat larangan penjualan petasan dengan ukuran di atas 2 inchi," tandasnya. (Gio/drw)

Komentar

Jabar Lainnya