JPNews - Polres Kota Sukabumi masih mendalami terkait dengan ledakan petasan yang terjadi di Jalan Stasiun Timur, Kota Sukabumi, Jawa Barat. 

Ledakan terjadi Senin (13/5) sekira pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini terjadi saat pekerja melakukan bongkar muat petasan.

"Kalau informasi dari keterangan saksi. Saat digendong kemudian jatuh satu kotak, mungkin disana ada petasan model banting memicu yang lainnya," papar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro usai menjenguk korban ledakan di RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Senin (13/5).

Menurutnya, untuk korban ada 5 orang umumnya luka bakar. Saat ini untuk korban 5 orang, 1 orang sudah pulang karena menolak untuk dirawat dan 4 orang masih dalam perawatan di RSUD Syamsudin.

"Namun secara penyidikan masih kami lakukan nanti setelah sembuh akan kami lakukan pemeriksaan dari mana barang-barang tersebut, termasuk perizinan kalau memang toko tersebut terdaftar sebagai distributor untuk kembang api," ungkapnya.

Sehingga di kembang api ini, ada aturannya ada kembang api dan didalam itu ada petasan dan sebagainya. Ini masih dalam tahap penyelidikan.

Terkait jumlah petasan, lanjut Susatyo, masih kami hitung dan tentunya kami sangat berhati-hati agar tidak juga nanti menimbulkan korban baru. 

"Kami simpan juga ditempat yang cukup aman untuk barang bukti sebanyak ini," ucapnya.

"Kami akan berkoordinasi dengan Polda untuk perizinan-perizinan dari pada kembang api tersebut," ujarnya.

"Hingga saat ini, barang bukti yang kita amankan baik itu kendaraan maupun petasan yang ada di mobil tersebut. Serta berbagai macam jenis petasan sedang kami hitung," tandasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya