Wali Kota Sukabumi Mohammad Muraz

JPNews - Terkait operasi tangkap tangan (OTT) tim saber pungli Polres Sukabumi Kota terhadap pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (5/3) lalu. Wali Kota Sukabumi Mohammad Muraz mengimbau kepada perangkat pemerintah dan warganya agar menolak dan melaporkan oknum yang melakukan pungutan liar (pungli) saat proses pembuatan ataupun pengambilan e-KTP.


"Disdukcapil Kota Sukabumi pernah diundang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan mendapatkan penghargaan dinas yang bebas dari korupsi beberapa waktu lalu," paparnya kepada awak media usai menghadiri giat Silaturahmi Kamtibmas di Polres Sukabumi Kota, Kamis (8/3).

Baca juga:

Menurut Muraz, jika pelayanan terhadap masyarakat sudah dijadikan lahan bisnis oknum aparat pemerintahan, hal tersebut menjadi preseden yang buruk bagi instansi terkait termasuk pemerintahan.

"Harus di awasi dan diyakinkan bahwa tidak boleh ada pungutan apapun, masyarakat pun harus di berikan informasi bahwa pelayanan di Disdukcapil Kota Sukabumi itu gratis," terangnya.

Disamping itu, Disdukcapil Kota Sukabumi, lanjut Muraz sudah membuat inovasi yaitu, program jemput bola atau sijempol di tempat-tempat yang ramai seperti supermarket, sekolah dan semuanya tanpa dipungut biaya.

"Alhamdulillah saya berterima kasih, karena KPK dalam beberapa waktu lalu turun ke Kota Sukabumi untuk memantau kegiatan Disdukcapil kota Sukabumi. Saya berharap masyarakat tidak menyuruh orang lain dalam mengurus e-KTP itu, datanglah sendiri," tandasnya.(drw)


Topik : OTT Disdukcapil

Komentar

Jabar Lainnya