Petugas membersihkan puing-puing robohnya tembok rel Kereta Api (KA) di ruas jalan Gatot Subroto belakang Sucofindo, Pecohraya, Bandarlampung Rabu (7/3) siang.

JPNews - Robohnya tembok rel Kereta Api (KA) di ruas jalan Gatot Subroto belakang Sucofindo, Pecohraya, Bandarlampung Rabu (7/3) siang, yang sempat menghalangi perjalanan KA Babaranjang menyisakan cerita lama yaitu perlawanan warga Bandarlampung terhadap pembangunan tembok tersebut dan pembuatan tembok yang tidak sesuai spesifikasi bestek.

Ketika dikonfirmasi hal ini, Anggota DPD RI, Andi Surya, menyatakan. “Saya bersama-sama warga pinggir rel KA dua tahun lalu sudah berusaha mengingatkan bahkan menentang pembangunan tembok rel KA kepada PT. KAI dan Kemenhub bahwa tembok rel KA ini tidak produktif utk manajemen KA maupun warga masyarakat, ada baiknya dihentikan saja. Sekarang terbukti selain meresahkan warga ternyata pembangunan tembok KA ini juga tidak sesuai dengan spesifikasi bestek hingga roboh begini,” jelasnya, Kamis (8/3).

Peristiwa robohnya ini harus disikapi dengan tegas. Pertama, Pemkot Bandarlampung harus segera mengambil sikap dan antisipasi untuk melindungi warganya dari kemungkinan terjadinya peristiwa yang sama yang akan memakan korban jiwa mau harta warga di sepanjang rel KA, yaitu dengan cara mengevaluasi perizinan pembangunan tembok rel KA ini.

“Hasil telaahan kami ketika pembangunan rel tembok KA ini dibangun diduga kuat tanpa koordinasi dengan Pemkot Bandarlampung sehingga tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau pun Amdal, maka sudah menjadi dasar bagi Pemkot untuk merubuhkannya,” bebernya.

Selain itu dirinya meminta BPK RI untuk melakukan audit investigasi atas proyek pembangunan tembok Rel KA ini, karena telah menemukan bukti-bukti bahwa pembangunan tembok ini melanggar kaidah struktur teknis bangunan, kenyataannya tembok ini roboh Rabu (7/3) hanya karena hujan dan angin.

Kami punya bukti baik saksi maupun gambar-gambar pengerjaan yang dua tahun lalu proyek ini dilaksanakan secara serampangan.

Sudah selayaknya Kepolisian Lampung bergerak dengan cepat mengamanan lokasi-lokasi tembok yang dianggap rawan roboh agar tidak terjadi kecelakaan yg menimpa warga, sekaligus bersama-sama Kejaksaan Tinggi dan Pemkot Bandarlampung melakukan investigasi terhadap proyek ini, selanjutnya lakukan penyelidikan terhadap pelaku-pelaku proyek di Balai Perkeretaapian Lampung dan PT KAI maupun pihak ketiga pelaksana proyek karena diduga ada mal administrasi dan penyelewengan di dalamnya.

Sebelum menutup konfirmasi, Andi Surya juga meminta kepada Warga masyarakat di bantaran tembok rel KA agar selalu waspada karena tidak tertutup kemungkinan koridor tembok yang lain akan roboh juga hingga dapat mengganggu struktur pondasi rumah warga didekatnya.

"Jika seandainya diketahui ada bagian tembok yang mulai rawan roboh segera beritahu kepada petugas,” pungkasnya (rls/drw)

Komentar

Nasional Lainnya