Persib Bandung

JPNews - Judul di atas sepertinya lebih cocok disandingkan untuk judul novel atau cerita melankolis lainnya yang bisa membuat banyak orang melelehkan air mata. Namun, penulis mengambil judul tersebut justru untuk menunjukan rasa cinta dalam bentuk lain.

Seperti yang pernah ditulis sebelumnya dalam artikel berjudul "Bobotoh, Si Pujangga yang Tak Pernah Berkhianat" Kali ini penulis kembali ingin mengulas sedikit tentang cinta Bobotoh dan Persib. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya komunitas Bobotoh yang turut mendukung Persib ketika bertanding di lapangan.

Baca juga: Bobotoh, Si Pujangga yang Tak Pernah Berkhianat

Selama ini mungkin kita tahu pendukung Persib dengan fanbase yang besar adalah Viking serta Bomber. Bahkan Viking bisa dibilang salah satu komunitas supporter tertua yang ada Indonesia. Belakangan penulis membaca ada beberapa komunitas lain yang terbentuk karena satu tujuan, mencintai Persib.

Sebut saja ada Bobotoh Flower City Casual. Atau yang kerap disebut FCC, kelompok suporter yang memilih gaya lain dari Bobotoh kebanyakan. Berbusana Casual, terlihat rapi dan fashionable, tidak harus berbusana biru-biru atau beratribut beraroma Persib, tapi tetap mencintai Persib Bandung. Komunitas ini diketahui berdiri pada tahun 2010, saat Persib masih menggunakan stadion Siliwangi sebagai home base.

Lain FCC lain lagi Bobotoh Unyu-Unyu yang juga lahir pada 2010. Sesuai dengan namanya, komunitas Bobotoh yang satu ini diisi oleh para mojang parahyangan yang gemar duduk bersama Bobotoh lain di tribun stadion. Mereka menyatu di dalam stadion dan berkomunikasi di luar stadion tanpa ada struktur organisasi formal. Adanya komunitas Bobotoh ini menunjukan bahwa sepak bola tidak hanya dinikmati kaum Adam, tapi juga memikat kaum wanita.

Selain itu, masih ada Bobotoh Medic. Komunitas Bobotoh yang anggotanya terdiri dari petugas medis dari beberapa instansi kesehatan. Komunitas Bobotoh ini lebih muda dari dua komunitas sebelumnya. Mereka terbentuk pada tahun 2014 atas dasar kecintaan pada Persib dan persamaan latar belakang pekerjaan.

Meski terbilang muda, diberitakan anggota mereka mencapai 700 hingga 1000 orang. Meskipun diakui salah satu pentolannya, kesibukan di dunia medis membuat kehadiran mereka di stadion tidak lagi se intens dulu. Namun ada yang unik dari didirikannya komunitas ini. Disebutkan mereka berdiri karena ada satu visi ingin bermanfaat bagi orang banyak. Mere duit teu bisa, sugan we ku ubar mah sehat. Seperti itulah ungkapan yang dikeluarkan salah satu pentolannya.

Mungkin itu hanya sebagian kecil komunitas yang sudah terekspos ke media. Namun apapun itu, melihat banyaknya komunitas Bobotoh menunjukan tingginya kecintaan Bobotoh pada Persib. Sehingga mereka pun membuat wadah tersendiri untuk mengaktualisasikan kecintaan mereka.

Kecintaan yang melahirkan banyak komunitas ini seharusnya menjadi kekayaan tersendiri bagi Persib Bandung. Ataupun bagi seluruh elemen yang mencintai Persib Bandung. Kekayaan ini harus dijaga, ibarat dalam sebuah keluarga, FCC, Bobotoh Unyu, dan Bobotoh Medic adalah adik-adik dari VPC yang menjadi saudara tertua dari Bobotoh itu sendiri. Dengan ibu kandung bernama Persib Bandung, mereka harus bisa menyatu. Semua saudara, Kabeh Dulur mendukung Persib dan mencintainya apa adanya. Karena Persib yang Menyatukan Kita.

Imam Maula Fikri, Bobotoh dan penikmat sepak bola Tanah Air

Komentar

Liifestyle Lainnya