Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menghadiri Rakernas Srikandi Pemuda Pancasila (PP) di Jakarta, Sabtu (3/3). Foto: Istimewa

JPNews - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Srikandi Pemuda Pancasila (PP) dapat berjuang memperbaiki nasib kaum perempuan melalui jalur politik di parlemen.

"Melalui parlemen, kaum perempuan, termasuk Srikandi PP dapat berkontribusi dalam pembangunan, khususnya menyuarakan aspirasi kaum perembuan," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya yang diterima JP-News.id, Minggu (4/3).

Menurut Bamsoet, sapaan karib Bambang Soesatyo, untuk memperjuangkan perbaikan nasib kaum perempuan melalui parlemen, maka kaum perempuan Srikandi PP harus bergabung ke partai politik dan menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari partai politik.

Bamsoet saat menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) Srikandi PP, di Jakarta, Sabtu (3/3), mengatakan para Srikandi PP, adalah kaum perempuan yang aktif di organisasi sayap Ormas Pemuda Pancasila, sehingga perlu bergabung ke partai politik untuk menjadi caleg.

"Sebagai caleg, maka para Srikandi PP akan berkompetisi di pemilu serentak 2019, untuk menjadi anggota legislatif," tuturnya.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan, kaum perempuan juga harus dapat berperan dalam pembangunan nasional melalui parlemen.

Bamsoet juga berharap, para Srikandi PP dapat terlibat aktif dan berapa dalam struktur kepengurusan Partai politik.

"Karena dalam UU Partai Politik, mengatur partai politik yang memenuhi syarat menjadi peserta pemilu adalah partai politik yang dalam struktur kepengurusannya ada 30 persen kaum perempuan," imbuhnya.

"Penuhi kuota perempuan 30 persen di setiap partai politik. Tunjukkan Srikandi PP bisa berbuat banyak bagi bangsa dan negara," ungkap Bamsoet.

Menurut dia, sampai saat ini peran serta perempuan dalam dunia politik nasional masih rendah, karena masih banyak perempuan yang enggan terjun ke dunia politik.

Dalam catatannya, di DPR RI, hanya 97 anggota perempuan atau sekitar 17 persen dari 560 anggota parlemen periode 2014-2019.

Bamsoet melihat, kaum perempuan masih banyak mengalami ketimpangan antara lain, di bidang pendidikan, sosial, politik dan ekonomi.

"Srikandi PP yang kegiatannya mengkhususkan permasalahan kaum perempuan, harus mampu menjawab ketimpangan tersebut," tegasnya.

Bamsoet juga mengingatkan, Srikandi PP untuk dapat berkontribusi memberikan pemahaman politik terhadap kaum perempuan, terutama di daerah dan pedesaan.

"Saat ini makin banyak persoalan sosial seperti, bahaya narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, serta informasi hoax, sehingga Srikandi PP dituntut dapat berperan menjalankan misi sosial untuk berkontribusi mengatasi persoalan tersebut," tandasnya. (rls/drw)

Komentar

Nasional Lainnya