JPNews - Jumlah warga yang terusir akibat banjir bandang dan luapan danau Sentani berangsur-angsur turun. Seiring dengan masa tanggap darurat dihentikan dan dilanjutkan masa pemulihan hingga 27 April 2019 mendatang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menatakan pengungsi terus berkurang. Saat ini ada 4.763 jiwa atau 963 KK mengungsi di 21 titik pengungsian. 

"Pengungsi ini adalah pengungsi dari banjir bandang dan luapan Danau Sentani," kata dia, Sabtu (30/3).

Sutopo menjelaskan pengungsi akibat banjir bandang sudah banyak yang pulang. Sedangkan pengungsi akibat meluapnya Danau Sentani sebanyak 2.854 jiwa atau 759 KK yang ditempatkan di Pos Lapangan Jembatan Kuning.

Pendataan kerusakan fisik masih terus dilakukan. Data sementara kerusakan akibat banjir bandang yaitu 2.287 unit rumah rusak, 59 bangunan sekolah, 5 jembatan, 2 gereja, 3 kantor, pemerintahan.

"Untuk rusak berat ada 104 unit ruko, satu pasar dan satu puskesmas," bilangnya.

Penanganan darurat masih terus dilakukan. Sebanyak 7.321 personel gabungan masih melakukan penanganan di lapangan. 

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat maka sebagian personel akan kembali ke daerahnya. 

Sutopo menegaakan antisipasi berkurangnya personel ini telah disiapkan. "Stok logistik untuk menangani pengungsi masih mencukupi hingga 14 hari mendatang," ucap dia.

Sutopo menambahkan BNPB masih terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat ini. 

"Selama transisi darurat pun pemerintah akan tetap mendampingi dan memberikan bantuan untuk korban bencana," tukasnya. 

(drw/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya