JPNews - Hingga akhir masa tugasnya, mantan Wabup Lampung Utara periode 2014-2019, Sri Widodo tak melakukan temu pamit kepada pasangan Bupati-Wabup Agung Ilmu Mangkunegara dan Budi Utomo yang baru saja dilantik oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mewakili Presiden Joko Widodo, di Balai Keratun, Lampung, Senin (25/3).

Sejak Rabu (27/3), duet yang baru dilantik itu mulai masuk kantor didampingi kadis kominfo, Sanny Lumi, Kabag Protokol Tomi,  meninjau ruangan wakil bupati.

Sebab, rungangan tak berpenghuni selama beberapa bulan sejak Sri Widodo mulai ogah ngantor pascapilkada Lampura yang dimenangkan pasangan Agung Ilmu-Budi Utomo.

Terkait randis yang hingga kini belum dikembalikan Sri Widodo, Bupati Sgung bakal melayangkan peringatan hingga tiga kali.

Keberadaan Sri Widodo kian dipertanyakan. Sejak Buapti Agung kembali kembali ngabtir pascacuti pilkada lalu, mantan wabup tersebut tak pernah menunjukkan batang hidungnya.

Demikian pula saat pelantikan Agung Ilmu-Budi Utomo. Mulai dari gedung pemprov, sampai dengan kediaman pribadi hingga rumah dinas bupati di Kotabumi saat syukuran pelantikan pasangan bupati-wakil Bupati, Agung Ilmu Mangkunegara dan Budi Utomo, Sri Widodo pun tak terlihat. Demikian pula saat penyampaian visi-misi, Sri Widodo tak nampak.

"Ya lumayan geli saja melihatnya, padahalkan beliau orang nomor dua dikabupaten ini. Sebagai pemimpin seharus bisa menunjukkan sikap gentleman, tidak begini. Ibarat bahasanya ya, datang dengan baik-baik, tapi pulang tanpa pamit atau pesan dan kesan," Ketua DPD Pujakesuma (Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumetra) Lampura, Iwan Eka Saputa usai sidang paripurna istimewa penyampaian visi-misi kepala daerah 2019-2024 di gedung dewan setempat, Rabu (27/3).

Terkait aset yang belum dikembalikan, juga belum diketahui rimbanya. 

"Ya itu kan milik rakyat, harusnya mendekati masa habis jabatan sudah dikembalikan. Kalau seperti ini bagaimana masyarakatnya bisa meniru pemimpinnya. Kan seharusnya yang ada pemimpin panutan rakyat," tambah salah seorang tokoh pemuda Lampura, Andi Idrus dilain waktu.

Sementara menindaklanjuti surat tertulis Penjabat Sekretaris ?Kabupaten selaku pengelola aset/barang daerah. Instruksi ini sendiri untuk menjalankan amanat peraturan seperti Undang – Undang Nomor 23/2014 Tentang Pemerintah Daerah, dan Permendagri Nomor 19/2016 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

“Tim Inventarisir Aset/barang daerah ini tugasnya mendata dan menginventarisir aset/barang milik daerah,” papar Tim Inventarisir Aset Desyadi, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, randis yang belum kembali sempat digunakan Sri Widodo, yakni Toyota Fortuner hitam BE 2 J, Toyota Innova putih BE 2334 JZ, Toyota Innova hitam BE 234 JZ, Suzuki Vitara hitam BE 1023 JZ, Isuzu Panther BE 1029 JZ.

(sol/jpn)

Komentar

Lampung Lainnya