TOP 0 Pemerintahan



JPNews - Asal bangun rabat beton seakan mengklaim salah satu wilayah di desa tetangganya, Kepala Desa Tanjung Rejo Sugiono dianggap tak miliki tata krama. 

Hal ini di ungkapkan Kepala Desa Kubu Batu Hermawan, menuturkan pihak Desa Tanjung Rejo membangun rabat beton di desanya tanpa ada musyawarah, dan hal itu sama saja mengklaim wilayah itu masuk wilayahnya. 

"Ya saya tidak ada diajak musyawarah dengan Kepala Desa dan aparat Desa Tanjung Rejo, kalau akan dibangun rabat beton. Jangankan saya, RT atau Kadus saya saja tak ada pemberitahuan, kan itu masuk di desa saya, itu kan sama saja mengklaim wilayah, dan tak ada tata kramanya," ungkap dia dengan nada kesal, Rabu (20/3).

Menurut dia, pembangunan rabat beton tersebut memang diperlukan di desanya, dan manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, namun setidaknya ada tata krama dari Kades Tanjung Rejo, saat akan melakukan pembangunan itu. 

"Sebelumnya di 2016 saat Desa Tanjung Rejo dipimpin oleh Pj Kepala Desa Hidir Pasa, memang sempat membangun rabat beton dan drainase di wilayah itu, tetapi waktu itu Pj Kadesnya  izin saat akan membangun, dan kali ini tak ada informasi apapun, main asal bangun aja," terang dia. 

Sementara itu, Camat Kecamatan Way Khilau, Ahmad Rosyani saat dikonfirmasi terkait perbatasan di desa tersebut, ia mengaku belum mengetahui pastinya wilayah tersebut masuk ke desa mana.

"Kalau wilayahnya itu belum tau pastinya masuk desa mana, karena belum turun ke lokasi, namun saya sudah konfirmasi ke Kepala Desa Tanjung Rejo, dan keterangannya daerah yang dibangun itu memang wilayah Tanjung Rejo, dan pembangunan juga sudah pernah dilakukan di 2016 lalu oleh desa itu," terang dia saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (20/3). 

Dikatakan dia lagi, untuk memutuskan kebenaran terkait wilayah itu, kedua belah pihak harus duduk bersama. 

"Ya nanti kita juga akan konfirmasi ke Kades Kubu Batu Hermawan untuk meminta keterangannya seperti apa," tutup dia. 

Di beritakan sebelumnya, pembangunan rabat beton dari Dana Desa (DD) Tanjung Rejo tahun anggaran 2018 disoal oleh warganya, lantaran tak tepat kegunaannya. 

Seperti perkataan Irfan, warga Desa Desa Tanjung Rejo, bahwa DD yang seharusnya digunakan untuk membangun desanya, dan yang terjadi di Desa Tanjung Rejo malah digunakan untuk desa tetangganya. 

"Di Desa Tanjung Rejo saja masih banyak yang perlu dibangun dan diperbaiki, jadi mengapa Kades Tanjung Rejo malah membangun jalan di desa tetangganya, ini kan tidak sesuai," kata Irfan. 

(snd)

Komentar

Pemerintahan Lainnya