Perwakilan warga saat melapor ke Inspektorat Pesibar, Senin (18/3).

JPNews -Sejumlah perwakilan warga Pekon Waysindi Kecamatan Karyapenggawa Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), ngelurug Inspektorat, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) setempat, Senin (18/3).

Tindakan masyarakat Pekon Waysindi tersebut untuk melaporkan ulah oknum peratinnya, Imr, yang diduga menyelingkuhi wanita yang berinisial N, yang telah memiliki keluarga di desa yang ia pimpin

Sejumlah masyarakat pekon tersebut, yang diwakili oleh Dinuri, mengatakan bahwa sikap tegas pihaknya itu merupakan salah satu tindaklanjut untuk menyikapi keresahan masyarakat di pekon tersebut, yang menduga oknum nomor satu di pekon itu telah melakukan tindakan tidak terpuji, sesuai dengan keterangan sejumlah saksi yang sebelumnya sudah beberapa kali melihat Peratin Waysindi pulang dari rumah N saat dini hari bahkan menjelang subuh. 

"Peratin sebagai seorang panutan dalam hal baik, di pekon yang dipimpinnya. Bukan justru menjadi sumber kebencian masyarakat dengan merusak rumah tangga orang lain, apalagi warganya sendiri," tegas Dinuri mengutarakan kekecewaannya.

Menurut Dinuri, beberapa orang saksi yang sebelumnya melihat gerak-gerik yang mencurigakan atas sikap pasangan selingkuh tersebut, sudah memberikan keterangan yang lengkap dengan diambil sumpahnya di bawah kitab suci. 

"Kendati begitu, dari beberapa kali klarifikasi yang dilakukan. Peratin itu justru keukeh tidak mengakui perbuatannya, bahkan menyangkal atas apa yang menjadi keterangan saksi," sebut Dinuri.

Karenanya, kata Dinuri, masyarakat berharap agar Pemkab Pesibar melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkaitnya, segera menindak tegas oknum peratin tersebut. "Dengan tegas masyarakat Pekon Waysindi meminta agar peratin tak berahlak itu segera dicopot. Karena ulahnya, nama baik Pekon Waysindi tercoreng, dan kami pun enggan dipimpin sosok perusak rumah tangga orang lain," ucapnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, oknum Peratin Pekon Waysindi, Imr, masih belum bisa dimintai keterangannya, meski upaya untuk menghubungi via ponselnya sudah dilakukan hingga beberapa kali. 

(ers/JPN)

Komentar

Desa Lainnya