JPNews - Hari ini truk sampah mulai memasuki kembali tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng untuk membuang sampah. Sebab, warga sekitar menutup TPA milik Pemkab Bekasi selama dua pekan dengan tuntutan kompensasi uang bau.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Bekasi Dodi Agusa mengatakan pembukaan TPA Burangkeng setelah ada kesepakatan dengan warga sekitar.

"Memang ada beberapa item yang tadinya agak buntu. Jadi yang tadinya berupa uang bau, diambil kesimpulan, ADD (Anggaran Dana Desa) desanya nanti ditambah karena ada sampah di situ," jelas dia, Senin (18/3).

TPA Burangkeng ditutup sejak Senin (4/3) lalu, di mana warga sekitar tak memperbolehkan ada aktivitas di dalam TPA.

Tuntutan warga Desa Burangkeng sebelumnya antara lain meminta dibangun saluran air di permukiman warga, diberikan uang kompensasi dari Pemkab Bekasi, perbaikan akses jalan TPA, pemeliharaan serta pembenahan TPA, dan lainnya.

Pemkab Bekasi, Kata Dodi, telah melakukan upaya agar TPA milik pemda itu dibuka kembali. Satu antaranya, mediasi dengan warga dengan difasilitasi Asda III hingga Pemerintah Kecamatan Setu.

Terkahir pada Minggu (17/3), Plt Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang turun langsung bernegosiasi dengan perwakilan warga sehingga muncul kesepakatan bulat dengan kompensasi uang bau.

"Jadi sudah dibuka tadi pagi setelah ada kesepakatan dengan Pak Plt Bupati," tukasnya.

(gun/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya