JPNews -  Polsek Pandeglang, Banten, back-up Polsek Kota Agung Polres Tanggamus, Lampung kala menangkap terduga pelaku percobaan pencurian disertai kekerasan dan penganiayaan, RS (21).

RS yang merupakan pria pengangguran itu warga Lingkungan Kapuran Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, itu ditangkap di rumah neneknya di Desa Cidadas Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (14/3) pukul 22.00 WIB.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis, mengungkapkan RS ditangkap dalam tempo sepekan usai melakukan aksi kejahatannya terhadap korban yang juga tetangga di desanya, Nur (20) pada Kamis (7/3).

Usai beraksi RS melarikan diri ke Pandeglang, Banten.

"RS berhasil ditangkap pada Rabu (14/3) pukul 22.00 Wib oleh anggota Reskrim Polsek Kota Agung dibackup oleh Polsek Labuan Pandeglang, Banten saat berada di rumah neneknya di Padeglang," ungkap AKP Syafri Lubis didampingi Kanit Reskrimnya Bripka Ahmad Bahri, di Kota Agung, Jumat (15/3).

RS sendiri tiba di Polsek Kota Agung, Kamis (14/3) malam.

AKP Syafri Lubis menjelaskan, kronologis kejadian, saat korban ditinggal suaminya, Ad, melaut, Kamis (7/3) sekitar pukul 01.00 WIB, korban sedang tidur, RS masuk melalui jendela dan berusaha mengambil barang berharga yang diletakan di kamar yang ditempati anak angkat korban.

"Lalu, mendengar suara pintu lemari berbunyi, korban seketika terbangun menjerit. Namun RS mengancam menggunakan pisau stanlis yang dibawanya, bahkan RS mencekik leher dan menginjak perut korban. Tak hanya itu, RS juga melukai korban mengenai perut korban," ujarnya.

Untuk mengelabui RS, korban bahkan berpura-pura pingsan, RS kabur melalui pintu belakang tanpa membawa barang korban.

Mengetahui RS kabur barulah korban meminta pertolongan warga.

"Akibatnya perbuatan RS, korban mengalami luka goresan pisau di perut dan pingga serta mengalami trauma atas kejadian tersebut," jelasnya.

Kini RS kini tengah diproses penyidikan lebih lanjut di Polsek Kota Agung.

Sementara barang bukti yang di buang RS di sekitar rumah korban masih dalam pencarian.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat 53 KUHP subsider pasal 365 KUHP subsider pasal 363 KUHP dan pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimum pidana pokok terhadap kejahatan, dalam hal percobaan dikurangi sepertiga," pungkasnya.

RS dalam pengakuannya menuturkan bahwa perbuatan tersebut dilakukannya karena tidak memiliki uang dan mengetahui suami korban tidak berada di rumah. Sehingga berbekal pisau stenlis dia merusak jendela korban dan masuk ke kamar yang ditempati anak angkat korban.

Namun setelah membuka lemari korban menggunakan anak kunci yang tergantung tiba-tiba korban bangun memergokinya sehingga dia mengancam menggunakan pisau yang dibawanya serta mencekik dan menendang perut korban.

"Niat saya mengambil barang atau uang korban, namun korban terbangun sehingga saya aniaya. Setelah saya kira dia pingsan baru saya kabur," ucap pria bertato itu.

(hrd)

Komentar

Lampung Lainnya