Simulasi massa anarkis dan berupaya gagalkan pleno KPU Lambar atas hasil Pemilu 2019. Foto: Dok Humas Polres Lambar

JPNews - Polres Lampung Barat (Lambar) terpaksa melepas tembakan gas air mata, guna membubarkan 1.500 massa dari berbagai elemen yang memaksa masuk ke kantor KPU Lambar. Itu terjadi dalam simulasi pengamanan pemilu korps baju cekolat di kabupaten itu, Rabu (13/3).

Disimulasikan, ribuan massa yang tak puas berbuat anarkis dengan membakar ban, melempar petugas serta terus mendorong petugas kemanan. Petigaa terus melakukan negosiasi, namun gagal.

Agar jalannya rapat pleno KPU tak terganggu, polisi memgambil pangkah terukur, menyemprotkan air dengan water canon dan menembakan gas air mata, sehingga dengan perlahan massa membubarkan diri, dan rapat pleno berjalan kembali.

Ancaman dan gangguan perjalanan pemilu presiden dan legislatif tersebut tidak hanya terjadi di kantor KPU, tetapi juga terjadi di beberapa TPS. Dimana masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT melakukan protes, tetapi dapat dikendalikan oleh polisi yang ditugaskan untuk mengamankan TPS. Gangguan juga saat distribusi kotak suara dari PPK menuju KPU.

Kondisi dramatis tersebut tergambar dalam simulasi jajaran Polres Lampung Barat, dalam persiapan pengamanan Pemilu Presiden dan Legislatif serentak 17 April mendatang, yang dipusatkan di Lapangan Pemkab Lampung Barat.

“Potensi gangguan keamanan pada pelaksanaan Pemilu serentak 17 April mendatang cukup besar, maka hari ini kita melakukan simulasi pengamanan dengan berbagai rekayas kemungkinan yang akan terjadi,” kata Kapolres AKBP Doni Wahyudi.

Simulasi yang diikuti ratusan personil Polres Lampung Barat, serta dihadiri komisioner KPU dan Bawaslu Lampung Barat, Kasdim 0422 Mayor Inf Agus Susanto.

Dijelaskan Doni, penanganan pengamanan termasuk tindakan yang dilakukan terhadap massa yang melakukan unjuk rasa, sudah sesuai dengan SOP.

"Dan mari kita menjaga supaya pemilu di Lampung Barat berjalan lancar dan aman. Mudah-mudahan apa yang disimulasikan tadi tidak terjadi, Pemilu dapat berjalan aman, damai dan sejuk, dan kedepan jajaran Polres Lampung Barat akan mengajak masyarakat untuk doa bersama dan istiqosah dan mari kita berbuat yang terbaik untuk keutuhan NKRI,” kata Doni Wahyudi.

(*/dri/JPN)

Komentar

Politik Lainnya