Hapzi NS

JPNews - Tiga tahun kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Hapzi NS, yang juga merupakan tiga tahun kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati depinitif pertama Pesibar, Agus Istiqlal-Erlina, sudah banyak menyuguhkan berbagai torehan prestasi dalam sektor pendidikan.

Tercatat sejak 2017 hingga 2018, Kepala Disdikbud Pesibar, Hapzi, bersama Kabid. Pendidikan Dasar (Dikdas), PAUD dan PNFI, yang saat itu masih dijabat oleh, Rena Novasari, sudah mampu membuktikan capaian prestasi hingga tingkat provinsi.

Dalam paparannya Kepala Disdikbud Pesibar, Hapzi, saat dikonfirmasi, Rabu (13/3), mengatakan bahwa beberapa capaian dimaksud antara lain, pertama sebagai kabupaten dengan presentase peningkatan indeks efektivitas tertinggi nomor empat se-Provinsi Lampung Tahun 2017-2018. 

"Kedua, sebagai kabupaten terbaik se-Provinsi Lampung Tahun 2018 dalam gelaran pelaksanaan Program Indonesia Pintar Tahun 2018, dan ketiga yakni sukses menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) calon Kepala Sekolah (Kepsek) Tahun 2018 terhadap 41 orang," papar Hapzi.

Lebih rinci Hapzi menjelaskan, persentase indeks efektifitas tertinggi berarti perhitungan indeks efektiftas pada seluruh satuan pendidikan di setiap jenjang yang mengalami peningkatan sebesar 55,2 persen yang dihitung dari delapan standar nasional pendidikan. "Standar nasional pendidikan terdiri dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kependidikan. Selain itu, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan," lanjutnya.

"Secara keseluruhan delapan standar nasional pendidikan tersebut di Pesibar, berhasil dibenahi Disdikbud Pesibar dalam kurun waktu tiga tahun, sejak Bupati Agus Istiqlal menjabat sebagai Bupati depinitif pertama di kabupaten paling bungsu di Lampung ini," imbuh Hapzi.

Lebih jauh Hapzi menjelaskan proses percepatan serapan, pelayanan dan pelaksanaan Program Indonesia Pintar juga sukses diimplementasikan di Pesibar. "Program Indonesia Pintar adalah bantuan pendidikan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pelajar pendidikan dasar dan menengah agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan," terang Hapzi.

Sementara terkait Diklat, menurutnya, ditujukan terhadap guru dan kepala sekolah (kepsek) yang sedang menjabat. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dirinya dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan di Pesibar. "Secara umum diklat dimaksud dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Kepsek SD dan SMP di Pesibar," pungkasnya.

Dia menandaskan dirinya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi guru melalui Program Profesi Guru (PPG). "Harapan kedepannya Pesibar memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang mumpuni dalam mengemban tanggung jawab pendidikan," harap Hapzi.

Hapzi juga menyebutkan prestasi yang berhasil direngkuh Disdikbud Pesibar, tidak terlepas dari sosok Rena Novasari yang saat itu menjabat sebagai Kabid. Dikdas, PAUD dan PNFI. "Saat menjabat Kabid. Dikdas, PAUD dan PNFI, Rena Novasari, merupakan yang disiplin, berintegritas, smart dan energik. Sehingga pelayanan pendidikan ketahapan berikutnya lebih cepat terselesaikan," ucap Hapzi.

"Secara pribadi Kepala Disdikbud berterimakasih dan bangga dengan dedikasi dan prestasi yang sudah ditorehkannya (Rena Novasari-red) selama menjabat," tukasnya. 

(ers)

Komentar

Edukasi Lainnya