Mualim Taher

JPNews - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran disinyalir akan melakukan kecurangan. Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat kabupaten setempat, Mualim Taher.

Kegiatan yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran 28 Februari 2019 silam menimbulkan kecurigaan dari salah seorang Tokoh masyarakat Kabupaten setempat, Mualim Taher. 

Dirinya menduga ada permainan politik yang akan dimainkan oleh Bawaslu dalam pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. 

Hal itu diungkapkan Mualim Taher melalui pesan singkat WhatsApp kepada tim JP-News.id, Selasa (12/3) malam.

"Saya menduga Bawaslu Kabupaten Pesawaran akan melakukan kecurangan dalam pemilu, dengan melakukan pembinaan kepada mak-mak, yang mana pembinaan itu dilakukan di luar Kabupaten Pesawaran," ujarnya.

Mualim mengatakan apa yang dilakukan oleh Bawaslu tersebut menimbulkan kecurigaan dari masyarakat. Bahkan dirinya juga menyebutkan ibu-ibu yang diikutsertakan dalam kegiatan kemarin di datangkan dari luar Kabupaten Pesawaran. 

"Bawaslu harus menjelaskan alasan kenapa melakukan pembinaan di luar Pesawaran, sementara banyak gedung ataupun aula yang bisa dipergunakan di Kabupaten Pesawaran. Ini menimbulkan kecurigaan masyarakat bahwa Bawaslu Kabupaten Pesawaran akan melakukan kecurangan dalam pemilu nanti," ungkap Mualim.

"Saya yakin mak-mak yang diundang bukan orang Pesawaran, melainkan orang orang yang sudah dipersiapakan untuk melakukan kecurangan," tambahnya. 

Untuk itu Mualim juga meminta agar Bawaslu Kabupaten Pesawaran dapat memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Dan meminta Dewan Kehormatan Pelaksana Pemilu (DKPP) untuk memanggil dan memberikan sanksi apabila Bawaslu Pesawaran memang terbukti melakukan kecurangan. 

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran Ryan Armando membantah segala tuduhan yang dilontarkan kepadanya. 

Dirinya mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pada Februari lalu adalah pendidikan politik serta pemberian pemahaman agar masyarakat khususnya ibu-ibu dapat lebih partisipatif dalam pelaksanaan pemilu nanti. 

"Kegiatan itu kan pendidikan politik supaya ibu-ibu bisa menghindari yang namannya politik uang, supaya ibu-ibu bisa membantu kita mengawasi kalau ada politik uang, kan itu kegiatannya," ujar Ryan. 

"Bukan cuma ibu-ibu yang kita sosialisasikan, tapi semua elemen akan kami beri pemahaman, kemarin kita ketemu pelajar, pemuda-pemuda juga kita beri sosialisasi," tambahnya. 

Ryan juga menepis anggapan Mualim yang mengatakan peserta didatangkan dari luar Kabupaten Pesawaran, dirinya mempersilahkan siapa saja untuk membuktikan identitas para peserta yang hadir dalam kegiatan kemarin.

"Yang kita undang itu kader-kader penggerak KB, ada juga unsur pengurus muslimah, penggerak Aisyah Muhammadiyah hingga persatuan perempuan Kristen juga, dan itu semua warga Pesawaran, silahkan bisa dipastikan masing-masing identitasnya," pungkasnya. 

(snd)

Komentar

Politik Lainnya