TOP 0 Desa

Rismanto (baju putih) saat bertandang ke PWI Pesawaran, Senin (11/3) malam.

JPNews - Oknum Kepala Desa Tanjungrejo, Waykhilau, Pesawaran, Lampung, Sugiono melaporkan warganya Rismanto, ke Polda Lampung terkait pencemaran nama baik, lantaran melaporkan kades yang diduga menilap Dana Desa (DD) tahun 2017.

Rismanto saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya mengatakan, dirinya dilaporkan lantaran pencemaran nama baik, laporan yang dituduhkan kepadanya atas laporan masyarakat ke Inspektorat Pesawaran.

"Saya dilaporkan dan dipanggil Polda Lampung untuk mengklarifikasi atas laporan Sugiono, terkait laporan warga ke Inspektorat, padahal saya sebenarnya tidak ikut melaporkan, namun saat laporan itu tidak ada perkembangan di Inspektorat, saya dan beberapa warga kemudian langsung yang melaporkan ke Polres Pesawaran beberapa waktu yang lalu," jelas dia, Rabu (13/3).

Kemudian, lanjut dia, dengan adanya laporan balik tersebut, ia berharap pihak kepolisian bisa bertindak profesional, jika memang laporan di Polres tidak terbukti dan dianggap mencemarkan nama baik, maka dipersilahkan memproses laporan pencemaran nama baik itu.

"Ya kalau laporan masyarakat itu tidak terbukti, atau sudah dilakukan penyelidikan oleh Polres, ya monggo pihak Polda meneruskan apa yang menjadi bahan laporan oknum kades itu, karena kalau masyarakat melapor,  terus dilapor balik oleh oknum kades nya dan langsung diproses,  jadi masyarakat tidak boleh dong mengawasi DD. Padahal kan jelas, Presiden Joko Widodo mengatakan, masyarakat itu berhak mengawasi DD," tutur dia.

Dilanjutkan dia,  pada dasarnya masyarakat Desa Tanjung Rejo ingin yang terbaik untuk wilayahnya dan menjadikan desanya maju, dan jika ada pekerjaan yang tidak beres warga akan menegur dan melaporkannya.

"Intinya kami ingin desa kami maju, dan masyarakatnya dapat menikmati pembangunan serta segala sesuatunya yang didapat dari DD,  untuk kemakmuran masyarakat," tutur dia.

Diketahui, berdasarkan Laporan Polisi No:  LP/B-1800/XI/2018/LPG/SPKT tanggal 27 November 2018, Kepala Desa Tanjung Rejo,  Sugiono melaporkan tindak pidana Penghinaan atau pencemaran nama baik dengan terlapor Rismanto.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telponnya oleh wartawan JP-News.id di nomor HP 085219804XXX, oknum Kades Tanjung Rejo, Sugiono tidak merespon dua kali panggilan dan juga tidak membalas pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya, salah satu koordinator warga Desa Tanjung Rejo, Rismanto melaporkan dugaan penyimpangan DD TA 2017 di desa tersebut ke Polres Pesawaran, Senin (19/11) 2018 lalu.

“Saya mewakili puluhan warga desa Tanjungrejo melaporkan pak Sugiono ke Polres Pesawaran dan laporan ini terkait dengan kinerja oknum Kades Tanjungrejo karena diduga banyak melakukan penyimpangan dalam mempergunakan dana desa,” katanya.

Dia menjelaskan, dugaan pelanggaran yang dilakukan Sugiono tertuang dalam beberapa poin dalam surat laporan.

“Pengelolaan dana desa banyak dugaan penyimpangannya, pembangunan rabat beton yang tidak sesuai RAB, begitu juga dengan pembangunan drainase, selain itu tidak ada keterbukaan dalam pembangunan infrastruktur tersebut bahkan di handle sendiri oleh kades dalam pembangunannya,” jelas dia.

Ditambahkan, pembagian beras sejahtera (rastra) yang tidak jelas sampai kepada tanah bengkok milik desa yang dibalik namakan atas nama pribadi Kades turut tercantum dalam poin poin laporan tersebut.

“Tanah bengkok di balik nama jadi milik kades, tanpa musyawarah dan melibatkan masyarakat desa, dan kades terkesan arogan dalam memimpin, kami masyarakat desa juga mau memiliki pemimpin yang mengayomi rakyatnya,” tambah Rismanto.

Untuk itu, dirinya berharap laporan tersebut dapat ditindak lanjuti agar pembangunan di desa Tanjungrejo dapat berjalan baik sebagaimana mestinya.

“Saya berharap aparat penegak hukum khususnya Polres Pesawaran segera menindaklanjuti laporan kami dan jika terbukti kades dapat dihukum atas perbuatan yang telah dilakukannya,” ucap dia. 

(snd)

Komentar

Desa Lainnya