TOP 0 Bola

(bolasport)

JPNews - Santiago Solari resmi dipecat Real Madrid dari kursi pelatih Selasa (12/3) dini hari WIB.

Karier Solari menukangi Los Blancos cukup bersinar di masa awal membesut di tim raksasa Spanyol ini.

Solari ditunjuk setelah pemecatan Julen Lopetegui pada 29 Oktober 2018. Julen Lopetegui hanya 14 pertandingan kompetitif saja mendampingi Madrid saat itu.

Solari sendiri kala itu mewarisi Madrid yang terperosok di urutan kesembilan klasemen LA Liga Spanyol. Berlahan Solari mengerek posisi tim perlahan merangkak kembali ke papan atas.

Kinerja Solari sempat diapresiasi berupa status pelatih tetap dengan kontrak selama dua setengah musim setelah membawa Madrid naik ke urutan keenam dengan jarak hanya empat poin di belakang Barcelona pada 13 November 2018.

Sayang, kariernya kali ini tak seelok saat ia bertolak dari garis start. Kontrak yang sedianya berakhir Juni 2021 diputus begitu saja pada Senin (11/3) petang yang dingin di markas Madrid.

Bahkan, Solari menggeser Lopetegui dari rekor masa kepelatihan tersingkat dari 10 pelatih terakhir Madrid. Solari 132 hari dan Lopetegui 140 hari. 

Walau begitu, statistik berpihak kepada Solari. Dia meraih 22 kemenangan dari 32 laga mendampingi Madrid atau prosesentase 68,75 persen dibandingkan prosentase kemenangan 42,86 persen milik Lopetegui dalam 14 pertandingan kompetitifnya.

Sayangnya, hal itu tidak cukup bagi klub seelit Madrid.

Pekan kelabu di Santiago Bernabeu, sudah tentu menjadi alasan paling utama keputusan dewan direksi Madrid memecat Solari.

Pada 27 Februari 2019, Madrid menelan kekalahan 0-3 dari Barcelona yang membuat mereka tersingkir di babak semifinal Piala Raja.

Tiga hari kemudian, juga melawan Barcelona, Madrid kalah 0-1 dalam laga pekan ke-26 Liga Spanyol yang membuat jarak di antara kedua tim di klasemen menjadi sejauh 12 poin. Barcelona pertama, Madrid ketiga.

Dan yang terburuk terjadi tiga hari berikutnya, saat Madrid yang memiliki bekal kemenangan 2-1 di kandang lawan harus bertekuk lutut menelan kekalahan 4-1 dari Ajax yang membuat mereka tersingkir di babak putaran 16 besar Liga Champions.

Solari memang berhasil menyudahi pekan buruk tersebut dengan meraih kemenangan 4-1 atas Real Valladolid pada Senin (11/3) pagi WIB, namun sekali lagi itu tidak cukup menyelematkan nasibnya yang mengulangi nasib Lopetegui.

Kini, pos pelatih Madrid kembali diisi Zinade  yang pernah didudukinya hingga 31 Mei 2018 silam.

Pertama melatih Madrid, kerja Zidane cukup berbuah manis. Ia memersembahkan satu gelar juara Liga Spanyol 2016-2017 serta catatan three-peat Liga Champions atau menjuarainya tiga musim beruntun pada 2016-2018.

(Antara/mst/JPN)

Komentar

Bola Lainnya