Foto: dokumen LAMI

JPNews - Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi demo damai, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk mendukung KPK menuntaskan kasus dugaan korupsi tentang pengadaan barang Quay Container Crane di Pelindo II pada 2010 lalu.

Ketua Umum DPP LAMI, Jonly Nahampun mengatakan, LAMI mengingatkan dan mendorong KPK untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi, tentang pengadaan barang Quay Container Crane di Pelindo II pada 2010, yang melibatkan mantan direktur utama PT Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino.

"Dalam waktu dekat ini kami mendorong KPK, agar berkas perkara penetapan tersangka RJ Lino dilanjutkan ke meja hijau," kata Jonly melalui ketersngan tertulis yang diterima JP-News.id, Jumat (8/3).

Dikatakan Jonly, dalam kasus tersebut KPK telah menetapkan RJ Lino sebagai tersangka sejak 18 Desember 2015, yang sampai saat ini kasusnya belum diumumkan ke publik untuk di bawa ke meja hijau.

"Untuk itu kami dari LAMI akan melakukan aksi demo damai dalam waktu dekat terhadap KPK untuk mendukung, agar menuntaskan kasus tersebut," tegasnya.

Ditambahkan Jonly, kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini masih tetap dipercaya oleh masyarakat, dalam pencegahan maupun penindakan hukum. Khususnya korupsi di Indonesia, yang telah berhasil menyeret beberapa pejabat negara, maupun kepala daerah ke meja hijau yang terbukti melakukan tindakan korupsi.

Perlu diketahui, RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II. Ia dituduh memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan menunjuk langsung perusahaan asal China, Wuxi Huadong Heavy Machinery untuk pengadaan tiga unit QCC itu.

Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Rls/nda)

Komentar

Jabar Lainnya