TOP 0 Daerah



JPNews - Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Erlina, membeberkan tanggapannya atas kehadirannya dalam gelaran sunatan massal, berobat, KB gratis, dan pemberian santunan kepada anak yatim di Pekon Penengahan Kecamatan Karyapenggawa, yang diduga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat sebagai kampanye terselubung Caleg DPR RI Dapil Lampung I dari PKB Nomor 2, Muhammad Kadafi.

Menurut Erlina, saat dikonfirmasi, Kamis (21/2), bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah kegiatan baksos yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan menyantuni anak yatim piatu. "Benar-benar acara itu baksos. Masyarakat kurang mampu dan anak yatim memang membutuhkan kegiatan semacam itu. Buktinya semua orang ikut kok, masyarakat antusias mengikuti acara itu," kata Erlina.

"Kan sah saja saya hadir dalam acara itu karena memang acaranya adalah baksos untuk membantu masyarakat kita, yang hadir juga adalah masyarakat kurang mampu," sambungnya.

Di Pesibar, menurut Erlina, dirinya merupakan orangtua asuh anak yatim piatu Pesibar dan pembina muslimat NU Pesibar. Dan acara baksos tersebut dilaksanakan merupakan kegiatan pihaknya dan bekerjasama dengan Universitas Malahayati. 

"Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Universitas Malahayati dimana Rektornya, Muhammad Kadafi, juga sebagai Presiden Direktur (Presdir) RS. Pertamina Bintang Amin," papar Erlina.

Disinggung soal dugaan kampanye terselubung oleh Caleg DPR RI, Muhammad Kadafi, Erlina menepis atas dugaan tersebut. Menurut Dia, selama dilangsungkannya acara baksos itu sama sekali tidak ada statemen atau ajakan kepada masyarakat untuk memilih seseorang. "Rektor (Muhammad Kadafi-red) itu juga sepertinya tidak ada bahasa yang mengajak," lanjutnya.

Sementara Erlina mengaku tidak tahu-menahu jika pada, Selasa malam (19/2), Muhammad Kadafi, yang merupakan mitranya dalam melangsungkan acara baksos itu, sempat melangsungkan pertemuan di Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan, yang menurut Bawaslu dipastikan sebagai pelanggaran administrasi karena melaksanakan kampanye tanpa mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang diterbitkan oleh kepolisian setempat. "Soal mereka (Muhammad Kadafi bersama tim) melangsungkan pertemuan di Pesisir Selatan, saya tidak tahu menahu. Yang kami tahu kami punya acara baksos," kata Erlina.

Acara baksos tersebut dilaksanakan di Pesibar sebanyak lima titik yaitu di Bangkunat, Ngaras, Pesisir Tengah, Karyapenggawa dan Lemong. "Dari kelima lokasi itu saya hadir semua," ujar Erlina.

"Saya siap jika memang akan dipanggil oleh Bawaslu untuk memberikan keterangan selengkap mungkin," pungkasnya. 

(ers)

Komentar

Daerah Lainnya