Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

 JPNews – Persiapan arus mudik lebaran tahun ini mulai digarap lebih dini. Selasa (30/1) di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu 2018 dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Menurut Tjahjo, pemerintahan daerah wajib menyediakan posko pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Hal itu penting dilakukan untuk membangun komunikasi serta meningkatkan kelancaran dan ketertiban pada masa mudik mendatang.

"Apa pun namanya posko ada dan bisa membangun komunikasi yang ada, terutama di daerah-daerah padat," kata dia.

Selain itu, sambung Tjahjo, pemerintah daerah juga wajib menyediakan tim tanggap angkutan lebaran serta melakukan penertiban terhadap aktivitas masyarakat yang mengganggu perjalanan. Misalnya seperti pasar tumpah, dan rekayasa lalu lintas guna memperlancar arus mudik lebaran.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengaku telah mengoordinasikan agar puskesmas yang ada di daerah-daerah mudik harus terbuka selama 24 jam penuh setiap harinya, serta selalu ada dokternya dan kesiapan ambulans juga harus selalu tersedia.

Ia juga menekankan perlunya pengaturan lalu lintas angkutan barang menjelang Lebaran untuk mendukung kelancaran kebutuhan bahan logistik dan bahan bakar.

Pemda juga diharapkan dapat melaporkan persiapan percepatan pelaksanaan transportasi mudik kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan.

Mendagri juga mengusulkan agar forum rapat koordinasi untuk angkutan Lebaran dapat digelar sebulan sekali, serta diharapkan lokasi pelaksanaannya juga dilakukan di berbagai daerah yang dekat dengan lokasi arus lalu lintas mudik. (fng)

Komentar

Nasional Lainnya