TOP 0 Politik

Wali Kota Sukabumi, Mohammad Muraz saat diwawancarai awak media usai mengukuhkan 98 pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Sukabumi, Selasa (27/2). Foto: Herlan Heryadie/JP-News.id

JPNews - Disela-sela sambutannya saat melantik 98 pejabat Eselon III dan Eselon IV di lingkungan pemerintahan Kota Sukabumi, Selasa (27/2), Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz tak ketinggalan memberikan pesan, terkait gelaran Pilkada serentak yang kini sudah mulai menghangat.

Orang nomor satu di Kota Sukabumi itu dengan tegas melarang para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak ikut-ikutan memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Meski memiliki hak untuk menyalurkan suara, Muraz mengharapkan para ASN bisa menempatkan diri secara profesional.

"Tidak boleh menggunakan atribut pasangan calon, tidak boleh ikut kampanye, tidak boleh foto bersama pasangan calon, kecuali saat sedang bertugas. Kalaupun sedang tugas, gunakan atribut petugas," ungkap Muraz.

Yang diperbolehkan, lanjut Muraz, ketika ASN ingin mendengar paparan visi dan misi masing-masing pasangan calon. Namun, ASN tetap tidak diperkenankan mengikuti yel-yel yang seolah-olah secara gamblang mengarahkan dukungan kepada pasangan calon tersebut. ASN, lanjut Muraz, benar-benar harus menjaga netralitasnya

"Kalau mau mendengarkan visi misi boleh, tapi tidak sampai ikut yel-yel atau menyebut jargon pasangan calon. Harus hati-hati. Kalau menurut saya lebih bagus ASN itu seperti TNI/Polri, dicabut saja hak suaranya supaya tidak gaduh," tandas Muraz saat diwawancarai JP-News.id usai pengukuhan. (hrl/drw)

Komentar

Politik Lainnya