Saparudin (kemeja putih) saat di Balaidesa Gedung Boga, Kamis (7/2). Foto: Alfan

JPNews - Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Lampung Saparudin mengaku bantuan sosial (Bansos) untuk pembangunan masjid Desa Rejomulyo, Kecamatan Wayserdang, Mesuji, Lampung telah ia serahkan ke pihak PT Pematang Agri Lestari (PAL).

Itu diakui Saparudin saat berada di Balai Desa Gedungboga, Kamis (7/2).

"Sudah saya berikan bansos untuk pembangunan Masjid senilai Rp200 juta kepada PT. PAL, dan pihak PT tersebut memberikan ke warga, akan tetapi, ketika saya konfirmasi ke mantan Kades-nya bernama Sunarto apakah dana tersebut telah diterima, nomornya tidak bisa dihubungi," tukasnya.

Kendati mengakui dana bansos telah diserahkan, namun dana kompensasi masih misteri.

Diketahui, Kompensasi dan bansos rumah ibadah dari PT PAL untuk Desa Rejomulyo, Kecamatan Wayserdang yang saat ini belum ada kejelasan alias masih misteri.

Diketahui, kompensasi untuk desa tersebut dan bansos untuk pembangunan rumah ibadah, masjid, karena UGR (uang ganti rugi) pada pembangunan Jalan Tol.

Kepada JPNews, Kamis (7/2), Pj Kades Rejomulyo, Johan, mengatakan dilihat dari bukti berita acara permasalahan dana yang belum jelas. Sebelumnya sejak awal Tahun 2018 Desa Rejomulyo dijabat Kades Sunarto yang saat ini sedang menjalani hukuman, maka kepemimpinan dilanjutkan oleh Camat Way Serdang sebagai Pj Kades Rejomulyo.

"Awal 2018, Sunarto telah tersandung kasus Dana Desa dan sampai saat ini masih menjalankan hukuman," ujarnya.

Johan juga menjelaskan, yang menjadi pertanyaan, ketika ada pembayaran ganti rugi, mengapa kepala desa atau aparatur desa tidak dilibatkan.

"Kenapa kepala desa atau aparatur desa tidak dilibatkan pada proses pembayaran dana anti rugi . Sebab, kemungkinan adalah tanah yang terkena tol itu adalah milik warga yang disewakan ke PT PAL dan diperkirakan ada juga  tanah milik desa terkena tol. Begitu pula adanya kompensasi dan bansos, warga tidak dilibatkan, dari data yang saya dapat bahwa bansos pembangunan Masjid senilai Rp200 juta dan kompensasi senilai kurang lebih Rp675 juta, tidak tau keberadaan uang itu kemana dan siapa yang menerima," ungkapnya.

Oleh karena itu, warga Rejomulyo memertanyakan juntrungan dana tersebut.

"Saya baru menjabat Pj Kades pada September 2018, saya langsung di sodorkan kertas PU Provinsi berkas untuk meminta tanda tangan berisi berita acara ganti rugi , ya saya tidak mau, karena saya tidak mengerti prosesnya siapa yang memberi dan menerima uang tersebut, setelah saya telusuri dari pengakuan aparatur desa, ternyata dana tersebut belum sampai ke desa," jelasnya.

Kemudian, Johan menambahkan, dirinya merasa seolah-olah telah menerima dana tersebut. 

"Demi Allah saya tidak menerima sepeser pun, maka dari itu, masalah ini akan kami bawa ke jalur hukum, rencana sepekan lagi akan melaporkan permasalahan ini ke Polres Mesuji. Kami telah mempunyai bukti dokumen serta saksi yang kuat. Agar semua bisa jelas, siapa oknum yang bermain," imbuhnya.

(fan/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya