Ilustrasi. Foto: Istimewa

JPNews - Aturan tentang Angkutan Sewa Khusus (ASK) khsusnya rekrutmen supir angkutan online di Sukabumi, Jawa Barat minta diperketat. Pasalnya, dengan tidak adanya aturan ini mendorong lesunya orderan bagi para supir angkutan online secara keseluruhan.

Anggota Himpunan Transportasi Online Bersatu (HTOB) Sukabumi, Nonong mengatakan, selama ini pihak aplikator sebagai pemilik aplikasi ASK terus membuka lowongan kerja dan rekrutmen sopir mobil online. Teknisnya yaitu bekerja sama dengan perusahaan berbadan hukum PT atau yayasan yang bergerak di bidang penyedia jasa angkutan. 

"Ya, memang tidak aturan yang dilanggar dari proses rekrutmen supir tersebut. Tapi secara langsung kami para driver lama merasakan dampaknya. Dari hari ke hari orderan yang kami terima semakin turun," ujarnya Nonong kepada sejumlah awak media, Rabu (5/2).

Menyikapi hal tersebut kata dia, pihaknya mendesak pemerintah sebagai regulator ASK untuk membuat aturan tentang rekrutmen supir angkutan online. Sebab, jika tidak dibatasi dengan aturan dari pemerintah pusat, jumlah driver angkutan online semakin banyak.

"Kami mengajak pemerintah, pihak aplikator, dan para supir ASK duduk bersama untuk membahas permasalahan ini. Tujuannya dapat dirumuskan materi-materi aturan rekrutmen supir angkutan online. Nantinya pada aturan yang dibuat oleh pemerintah harus dicantumkan syarat-syarat khusus untuk menjadi supir ASK," tegasnya. 

Diakui Nonong dan kawan-kawan, HTOB selalu berusaha untuk mentaati peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Misalnya, saat pemerintah mewajibkan angkutan online harus melakukan uji kir terhadap kendaraan yang dioperasikannya, pihaknya pun mengikuti aturan tersebut.

"Dan saat ini kan, pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus. Dalam aturan terbaru, kewajiban uji kir untuk ASK dihapuskan. Dan kami pun siap melaksanakan aturan terbaru tersebut," pungkasnya. (Drw/Lan)

Komentar

Jabar Lainnya