JPNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan bencana yang banyak menimbulkan korban meninggal dan hilang.

Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda 13 kabupaten/kota di Sulsel.

Sebut saja, Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

“Hingga hari ini ada 79 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, 46 orang luka-luka,dan 9.429 orang mengungsi,” kata dia kepada JP-News.id, Jumat (1/2).

Sutopo melanjutkan kerusakan fisik meliputi 559 unit rumah rusak, 22.156 unit rumah terendam, 13.808 ha sawah terendam dan puso, 12 unit tempat ibadah,8 fasilitas pemerintahan,2 unit pasar,34 unit jembatan, dan 70 fasilitas Pendidikan.

Bahkan, gubernur Sulsel telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari yaitu tanggal 23 Januari 2019 hingga 6 Februari 2019.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Amati kondisi lingkungan sekitar anda.

“Orangtua hendaknya lebih meningkatkan mengawasi anaknya. Jangan melakukan aktivitas di sekitar sungai karena seringkali tiba-tiba terjadi peningkatan debit sungai karena di hulu hujan deras,” bilang dia.

Waspada terhadap longsor. Longsor penuh ketidakpastian seringkali terjadi tiba-tiba. Beberapa tanda potensi longsor di perbukitan atau lereng antara lain adanya retakan tanah, timbulnya amblesan, munculnya mata air atau rembesan air di lereng, pohon miring, atau air sumur atau kolam tiba-tiba menjadi keruh.

(drw/JPN)

Komentar

News Indepth Lainnya