TOP 0 Daerah



JPNews – Sedikitnya 51 guru di wilayah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang terdampak tsunami Selat Sunda menerima bantuan khusus dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) bersama PGRI Provinsi Lampung.

Bantuan berupa uang tunai itu dibagi tiga kategori, yaitu kategori berat dengan nilai santunan Rp8 juta, kategori sedang Rp5 juta, dan kategori ringan Rp3 juta.

Secara simbolis bantuan diserahkan Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamsel Fredy SM, dan Kepala Dinas Pendidikan Lamsel Thomas Amrico, Aula Rajabasa, Kantor Bupati setempat, Kamis (31/1).

Unifah menyampaikan duka dan prihatin yang mendalam atas musibah tsunami yang menimpa masyarakat Kabupaten Lamsel. Menurut dia, PGRI terus berupaya membantu pemerintah dan masyarakat dalam membantu dan meringankan beban masyarakat yang terkena musibah.

“Sesungguhnya, kami sedang menggalang bantuan untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah di Sulawesi Tengah, karena kami ingin terus berdiri paling depan. Maka, ketika ada bencana di Lampung Selatan, kami merasa terpanggil untuk membantu,” kata Unifah.

Sementara itu, Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto sangat mengapresiasi inisiatif dari para guru yang tergabung dalam PGRI atas kepeduliannya terhadap korban bencana  tsunami Selat Sunda di wilayahnya.

Kata Nanang, bentuk kepedulian tersebut harus terus dijaga. Karena menurutnya, dengan kebersamaan, yang berat akan menjadi ringan, dan yang sulit akan menjadi mudah.

“Ini adalah bentuk kebersamaan yang luar biasa, saya pikir hal seperti ini perlu untuk ditunjukkan dan dijaga. Sehingga semuanya akan dapat diselesaikan dengan baik berkat kebersamaan,” ujarnya.

Nanang meminta seluruh anggota PGRI di wilayahnya bisa ikut memberikan edukasi kebencanaan secara konsisten yang dilakukan sejak dini kepada anak didiknya.

Sebab katanya, Kabupaten Lamsel yang terletak di Ring of Fire menjadi potensi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga penting bagi siswa maupun masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran kesiapsiagaan bencana.

 

“Saya minta guru juga bisa ikut mensosialisasikan ini kepada anak didiknya dan masyarakat, khususnya yang tinggal di pinggir pantai. Sedini mungkin kita ajarkan kepada anak didik kita untuk peduli dengan lingkungan,” imbuh Nanang.

(erl/JPN)

Komentar

Daerah Lainnya