ilustrasi

JPNews - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 600 pengemudi taksi online mendaftarkan diri untuk mendapat SIM A Umum. Hal itu sebagai syarat mutlak sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Harus ditegaskan bahwa pendaftaran ini tidak gratis dan wajib dalam rangka untuk keamanan pengemudi dan penumpang," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Program Aksi Keselamatan Perhubungan Darat Pembuatan SIM A Umum Kolektif Bersama Kementerian Perhubungan dan Polri di Jakarta, Minggu (25/2).

Budi mengapresiasi antusias pengemudi untuk mendapatkan SIM A Umum ternyata sangat tinggi mulai dari mahasiswa, karyawan hingga pensiunan. Menurut dia, biaya pembuatan SIM tersebut sebesar Rp100 ribu dari yang seharusnya Rp250 ribu, mengingat untuk pembuatan SIM pemerintah memberikan subsidi.

"Jadi kalau ada yang mengatakan membuat SIM sebesar Rp500 ribu maka info itu tidak benar dan harus diluruskan," tegas Budi.

Untuk tahap selanjutnya, katanya, program tersebut minggu depan akan dilanjutkan ke sejumlah kota antara lain Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Pekanbaru dan Medan.

Budi mengimbau seluruh pengemudi taksi online yang belum memiliki SIM A Umum untuk segera mendaftar ke Polri, karena merupakan kewajiban.

(bbs/mam)

Komentar

Nasional Lainnya