Foto: Istimewa

JPNews - Panglima Komando Daerah Militer Pangdam II / Sriwijaya, Mayjen TNI, Irawan, menyatakan jika TNI dan Polri harus atau wajib membantu dan melindungi seluruh aset-aset negara dari berbagai gangguan keamanan. 

“Kalau aset negara seperti PTPN VII yang membawahi beberapa unit perkebunan terganggu operasionalnya mengakibatkan produksinya berkurang. Maka pendapatan negarapun menjadi berkurang, kan kita juga yang susah. Kalau gangguan itu datang dari masyakat, maka kita secara persuasif memberikan pembinaan kepada masyarakat yang ada di sekitar kebuan tersebut, sehingga mereka sadar dan mengerti arti pentingnya perusahaan seperti PTPN VII yang merupakan perusahaan milik Negara,” kata Irawan saat memberikan kata sambutan sebelum penandatanganan MoU pengamanan aset Negara yang dikelola oleh PTPN VII, di ruang pertemuan Gedung Gatot Subroto Makodam II/SWJ, Rabu, (9/1).

Masih kata orang nomor satu di jajaran Kodam II/SWJ itu bahwa penanda tangan MoU ini merupakan kelanjutan MoU yang sebelumnya. 

"Semoga kerjasama lanjutan ini dapat lebih baik lagi dan produksi PTPN VII meningkat, penerimaan negarapun meningkat sehingga rakyata Indonesia bisa merasakannya,” kata Irawan.

Pelaksanaan penandatangan MoU ini selain di saksikan oleh para perwira tinggi Kodam II/SWJ, diantaranya Dandenpom II/SWJ, Kolonel Cpm Siagian Donald Meyer Baringin. Sedangkan, dari PTPN VII, selain Direktur Utama, Muhammad Hanugroho. Juga hadir Direktur Komersial, Achmad Sudarto serta beberapa Manager unit wilayah kerja PTPN VII.

Sementara itu, Direktur Utama PT.PN VII, Muhammad Hanugroho saat memberikan kata sambutannya mengungkapkan rasa terimakasih kepada Pangdam II / SWJ dan jajarannya yang telah membantu menjaga dan mengamankan aktivitas proses produksi PTPN VII.

"Saya atas nama pribadi dan perusahaan menyampaikan rasa terimakasih yang tak terhingga atas bantuan teman-teman TNI dan Polri (Kodam II/SWJ dan Polda Sumsel serta Polda Lampung) yang sampai saat ini membantu menjaga keamanan asset PTPN VII. Semoga penanda tanganan MoU lanjutan ini bisa berjalan dengan lebih baik lagi. Sehingga seperti apa yang dikatakan Bapak Pangdam tadi penerimaan Negara dari sektor perkebunan yang dikelola PTPN VII menjadi meningkat,” kata Dirut PTPN VII yang lebih akrab di sapa Oho itu. 

Di tengah suasana penuh keakraban itu, lebih lanjut, Oho mengungkapkan bahwa PTPN VII saat ini mempunyai luas kahan 130.000 Ha yang tersebar di tiga wilayah yaitu Lampung, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Untuk lahan sawit yang paling luas di wilayah Sumsel. 

“Kami juga saat ini mempunyai lahan di wilayah Lampung seluas sekitar 3.300 Ha. Namun yang bisa kita kuasai hanya sekitar 300 Ha, selebihnya di kuasi oleh masayarakat. Untuk itu kedepannya, kami mohon bantuan untuk melakukan pendekatakan secara  persuasif kepada masyarakat yang menguasai, agar seluruh lahan kita itu bisa kita kelola sepenuhnya. Tentunya dengan memberdayakan masyarakat tersebut melalui program-program kemitraan. Dan saya yakin ini bisa kita lakukan secara bersama-sama,” tandas Oho penuh optimis. 

(*/niz)

Komentar

Nusantara Lainnya