TOP 0 Ekonomi

Kemasan produk kopi bubuk Putra Liwa

JPNews - Anda mengaku pecinta kopi? Tak lengkap jika tidak menikmati citarasa racikan kopi robusta asal Liwa, Balikbukit, Lampung Barat (Lambar) ini.

Ya, kopi bubuk merk dagang Putra Liwa yang belum lama ini meransek dan menembus pangsa pasar hingga luar Lambar, bahkan luar Lampung.

Kopi bubuk ini diburu konsumennya hingga Jakarta, Bogor, Banten dan di wilayah Sumatera Bagian Selatan. 

Sementara di kampung halamannya, Lambar dan Provinsi Lampung produk kopi Putra Liwa ini sudah dipastikan memiliki peminat setia.

Menurut produsen kopi Cap Putra Liwa, Yudi (30) ketika ditemui di kediamannya di Pekon Padang Cahya, Balikbukit, Rabu (9/1), menyebut dia menggeluti usaha produksi kopi bubuk itu merupakan warisan sejak puluhan tahun silam.

Proses kopi bubuk ini hingga siap dipasarkan diracik secara tradisional oleh kakek dan neneknya saat itu.

Namun, kala itu, pemasarannya masih terbatas dan bersifat lokal.

Menurut Bolon, demikian Yudi akrab disapa rekan sejawatnya, label atau merk Putera Liwa ini baru diperkenalkan tahun 2018 lalu.

Pemasarannya pun telah merambah hingga ke berbagai provinsi dengan sistem daring, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan WhatsApp.

Yudi yang merupakan putra sulung H Abison itu, mengakui pihaknya termotivasi untuk memproduksi kopi bubuk ini karena melihat Bupati Parosil Mabsus yang cukup serius memerkenalkan dan bwrupaya kembali mengangkat citra kopi robusta Lambar yang sempat merajai pangsa pasar dunia puluhan tahun silam.

“Bahkan kami sudah mendengar, sebagai sentra kopi nasional pak Bupati sudah siap membangun kampus yang akan fokus pada pendidikan khusus tentang perkopian mulai dari hulu hingga ke hilir,” katanya.

Sebagai masyarakat tambahnya, tentu tujuan pokok memproduksi kopi Liwa ini adalah mendukung program pemerintah daerah untuk memperkenalkan keunggulan kopi asal Lambar yang diwarisi secara turun temurun kepada para pecinta dan para penggemar kopi. 

Di samping itu, lanjutnya, tentunya bisnis ini akan membuka peluang usaha dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Sehingga value addied atau nilai tambah dari produksi kopi bisa dinikmati masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraaan rakyat khususnya petani kopi.

Seiring perkembangan teknologi, sistem pengolahan Kopi Liwa ini melalui cara semi manual karena diolah dengan mesin penggiling modern tetapi proses pemilihan dan pencucian serta penyangraian dengan cara manual.

Proses penentuan biji kopi terangnya, tentu dari biji kopi pilihan yang bermutu, lalu dilakukan pembersihan dan pencucian serta penyangraian dengan kayu bakar.

Setelah itu proses penggilingan dengan mesin modern dan terakhir dikemas dengan bungkus yang kedap udara. 

“Pekerjaan ini dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di daerah seputaran produksi. Kami menjamin Kopi Liwa ini 100% murni kopi robusta terbaik tanpa campuran bahan-bahan lain,” ujarnya.

Di sela-sela menikmati suguhan secangkir kopi panas di tengah cuaca mendungnya Kota Liwa, Yudi selaku pengusaha muda yang kreatif, memberi tips cara menyeduh kopi agar rasanya mantap. 

“Ukuran harus dibuat satu-satu, artinya satu sendok kopi dicampur dengan satu sendok gula, dan airnya harus betul-betul mendidih. Bisa juga dicampur bahan lain seperti creamer ataupun susu sesuai selera namun gulanya jangan terlampau banyak. Kami membuka peluang kerja sama untuk outlet atau untuk konsumen ritel dengan cara dipesan terlebih dahulu melalui wa 0853 7970 1976," tutup pengusaha muda yang bergerak di bidang palawija ini.

(dri/JPN)

Komentar

Ekonomi Lainnya