Ilustrasi (istimewa)

JPNews - Untuk memastikan ketersediaan kebutuhan suplai air area persawahan yang mencapai ratusan hektare di Pekon Mon Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dituntut sigap dalam menanggapi jebolnya Bendungan Waymandati di Tahun 2018 lalu.

Mengingat, keberadaan Bendungan Waymandati merupakan fasilitas yang memiliki fungsi yang cukup vital, dalam menjamin maksimalnya sektor pertanian di wilayah tersebut.

Kepala DPUPR, Jalaludin, melalui Kabid. Sumber Daya Air, Ade Kurniawan, ketika dikonfirmasi, Rabu (9/1), mengatakan bahwa pihaknya di tahun ini memastikan akan melakukan perbaikan Bendungan Waymandati yang jebol pada tahun lalu. 

"Perbaikan tersebut dilaksanakan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019," ucap Ade.

Kondisi dan lokasi Bendungan Waymandati yang menjadi sumber air utama dalam menyuplai kebutuhan air lahan sawah masyarakat, menurut Ade, menjadikan penanganan perbaikan tersebut sebagai item pekerjaan yang diprioritaskan. "Jika penanganannya tidak disegerakan, maka sekitar 500 Hektare sawah hampir bisa dipastikan akan mengalami kering kerontang dan menjadi lahan sawah yang mubadzir," jelas Ade.

Untuk teknisnya, lanjut Ade, pihaknya sendiri sebelumnya sudah melakukan kroscek lapangan bersama konsultan perencanaan. "Kami menargetkan 2019 ini bendungan tersebut sudah kembali berfungsi dan masyarakat juga bisa menikmati manfaatnya," tandasnya. (ers)

Komentar

Ekonomi Lainnya