Sampah bersirakan menggunung di Pasar Simpang Pematang Mesuji tak diangkut petugas. Sementara Retribusi diakui terus dipungut. Foto dibidik Sabtu (5/1) oleh Alfan/ JPNews

JPNews - Timbunan sampah berserakan di Pasar Simpang Pematang Desa Simpang Pematang  Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, Lampung.

Tumpukan sampah tersebut sudah terjadi sejak sepekan  terakhir. Namun hingga saat ini tak diangkut petugas kebersihan.

Dari pantauan JPNews sampah plastik, karton, sayur, buah, tulang ikan dan daging menumpuk di bagian samping hingga belakang di pasar. 

Hingga Sabtu, (5/01) siang, tidak ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten Mesuji Lampung untuk mencarikan solusinya.

“Sejak Desember 2018 hingga hari ini Sabtu (5/01), belum ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah disini,“ keluh Sity (50), salah satu warga yang rumahnya berlokasi di belakang pasar.

Sity mengaku, tumpukan sampah di belakang Pasar sudah dikeluhkan warga sejak lama. Sebab selain karena menimbulkan bau yang tidak sedap, timbunan sampah juga banyak berserakan sehingga mengganggu kesehatan warga. Ia ikhawatir tumpukan sampah disana mengundang bermacam jenis penyakit.

Untuk itu, Sity pun mendesak pengelola pasar, Dinas Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  segera mengangkut sebelum banyak warga yang terserang penyakit. 

“Kami warga minta kepeda pemerintah segera mengangkut tumpukan sampah itu,” ujar Sity

Sementara itu salah satu pedagang pasar, Supiyanto mengatakan, dana retribusi pasar masih berjalan melakukan penarikan sebesar Rp2.000 dan keamanan  Rp1.000 total kewajiban yang harus dikeluarkan pedagang dalam satu hari yakni Rp3.000 dalam satu los pasar. 

"Setelah pedagang pasar mengeluhkan tumpukan Samapah yang berserakan dan berbau busuk setelah sepekan terakhir tak kunjung diangkut para petugas kebersihan hari ini Sabtu (5/01) tidak ada satupun petugas memalukan penarikan dana retribusi pasar," ungkap Supiyanto kepada JPNews

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Koperindag) Sobirin mengatakan  kepada JPNews keterlambatan pengangkutan sampah ini terkendala dengan keterbatasan kendaraan, jadi bukan hanya pasar simpang pematang saja yang harus dilakukan pengangkut sampah, pasar lain pun perlu diangkut seperti pasar brabasan dan pasar lainnya jadi bergilir karena keterbatasan kendaraan.

"Dan mudah mudahan tumpukan sampah di pasar simpang pematang  hari ini akan  segera diangkut oleh petugas kebersihan," ucap Sobirin. 

(fan/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya