Foto: Istimewa

JPNews - Facebook memperkenalkan Panduan Facebook dan Instagram bagi Politisi dan Partai Politik (Parpol) yang tersedia bagi publik dan dapat diakses melalui portal Integritas Pemilihan Umum Facebook Indonesia.

Facebook berusaha melindungi proses demokrasi dengan mengurangi penyebaran berita palsu dan membuat perubahan guna mencegah oknum kejahatan memanfaatkan misinformasi untuk mengacaukan proses demokrasi.

Untuk itu, Facebook telah bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam menjalankan kampanye di Facebook, yang mengajarkan masyarakat tips tentang bagaimana mendeteksi berita palsu.

Facebook juga telah meluncurkan program Pemeriksa Fakta Pihak Ketiga pada bulan April 2018 dengan bekerja sama dengan Tirtoid, AFP, Tempo, Liputan6 dan Kompas.

Selain itu, Facebook juga memberi pelatihan bagi staf Badan Pengawas Pemilu dari seluruh Indonesia untuk mendeteksi berita palsu serta melaporkannya di Facebook dan Instagram.

Tidak hanya itu, Facebook juga mengirimkan email pemberitahuan mengenai keamanan online kepada admin Halaman politisi dan partai politik, dan melaksanakan program pelatihan untuk partai politik tentang alat dan tips untuk keselamatan serta keamanan informasi.

Tak ketinggalan, Facebbok juga meluncurkan produk transparansi iklan yang memungkinkan orang untuk melihat semua iklan yang sedang dijalankan oleh sebuah Halaman di Facebook, Instagram dan Messenger.

"Kami peduli terhadap proses demokrasi dan karena itu penting bagi kami untuk melindungi integritasnya. Kami tidak ingin ada orang yang menggunakan alat kami untuk mengacaukan demokrasi," kata Politics and Government Outreach, Facebook, Asia Pacific, Roy Tan, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (11/12).

(Antara)

Komentar

Netizen Lainnya