JPNews - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto, menyampaikan kepada prajurit TNI harus tetap menjaga stabilitas keamanan negara seiring dengan memasuki tahun politik 2019.

"Tugas pokok mereka kecuali melawan musuh juga membantu kepolisian untuk bantu pengamanan negeri ini," ujar Wiranto, saat memberikan pembekalan kepada para komandan Korem dan Kodim, di Pusat Kesenjataan Infantri TNI AD, Kota Bandung, Selasa (27/11).

Wiranto mengatakan, peran TNI dan Kepolisian Indonesia sangat sentral dalam mengamankan berbagai agenda penting nasional. Stabilitas keamanan negara berdampak pada lancarnya kegiatan politik 2019.

"Kita tekankan ke sana peran mereka (TNI) itu juga bisa membantu kepolisian dalam hal-hal masalah keamanan nasional," kata dia.

Ia mengaku telah memetakan daerah rawan terjadi konflik Pemilu. Dari seluruh wilayah yang telah diidentifikasi, memiliki tingkat kerawanan berbeda-beda.

Wiranto yang juga pernah menjadi panglima TNI mencontohkan, indeks kerawanan di Papua akan berbeda dengan di Aceh, begitu pula di Jakarta. Dari hasil pemetaan itu maka pemerintah berupaya menekan potensi konflik.

"Kerawanannya ada, tinggal kita laksanakan operasi-operasi tertentu maka bisa menekan berikutnya menurun," katanya.

Indeks pemetaan rawan konflik serta upaya penyelesaiannya telah diterapkan pada Pilkada serentak 2018. Hasilnya, kata dia, tidak ada gejolak politik yang berarti di suatu daerah.

"Kemarin, kan, aman bukan jatuh dari langit yang mau ngaco ya ada, tapi kita bisa menetralisir itu sehingga kondisinya menjadi sangat kondusif," kata dia.

(Antara)

Komentar

Politik Lainnya