TOP 0 Daerah

Foto: Istimewa

JPNews - Kabagwatpers Biro SDM Polda Lampung AKBP Tri Suhartanto bersama dengan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Lampung Kombes Pol. Novian Pranata memperjuangkan hak dua personel Polda Lampung yang gugur saat bertugas. 

"Anggota Polri yang Meninggal dunia dalam dinas atau panggilan tugas Kepolisian dapat ditentukan statusnya sebagai Anggota Polri yang tewas," ungkapnya, Senin (26/11).

"Tewas itu definisinya adalah anggota Polri yang gugur dalam menjalankan tugas Kepolisian atau dalam keadaan lain yang ada hubungannya dengan dinas," tambahnya.

Dirinya mengatakan kedua personil yang gugur tersebut ialah Almarhum Ipda Ismailsyah sebagai Panit Binmas Polsek Tulang Bawang Tengah Polres Tulang Bawang yang Meninggal Dunia karena kecelakaan saat pengamanan pemilukada pada 27 Juni 2018 silam.

Sedangkan salah seorang personil lain ialah Aiptu Bastari Sanov PS, Kanit Provost Polsek Tegineneng Polres Pesawaran yang meninggal dunia saat sedang melaksanakan Dinas Operasi Ketupat Krakatau 2018 Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 H di wilayah hukum Polres Pesawaran.

Dirinya melanjutkan apabila ada anggota kepolisian yang gugur ketika menjalankan tugas dan ditetapkan status tewas, maka mendapatkan hak-hak, diantaranya pemberian uang santunan bagi ahli waris yang ditinggalkan.

"Ada hak ahli waris, jadi ahli warisnya mendapatkan penggantian uang dari Negara sekitar Rp.275.000.000,00," pungkasnya.

(san)


Topik : Polda Lampung

Komentar

Daerah Lainnya