Kepala Dinas Kop UKM Dagrin Kota Sukabumi, Ayep Supriatna

JPNews - Untuk mempercepat proses pembangunan Pasar Pelita, Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat tengah mempersiapkan relokasi bagi para pedagang yang saat ini masih berjualan di seputar areal pembangunan Pasar Pelita diseputaran Jalan Stasiun Barat, Jalan Stasiun Timur, Pasar Cimol, dan sekitarnya. 

“Untuk relokasi pedagang masih persiapan. Besok Jumat (9/11) saya diundang rapat dengan seluruh komponen yang berkaitan dengan pemindahan pedagang, Pak Sekda ngundang saya dan dari semua instansi akan diputuskan kapan pindah," tutur Kepala Dinas Kop UKM Dagrin (Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna kepada JP-News.id, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (8/11).

Ayep menjelaskan, sebelum relokasi pihaknya mensosialisakan dulu kepada seluruh pedagang jangan sampai ada pedagang yang tidak tahu.

"Relokasi ini adalah kepentingan bersama, dan juga untuk kepentingan Kota Sukabumi bahwa pasar pelita harus secepatnya dibangun merupakan harapan dari seluruh masyarakat terutama para pedagang karena sudah terlalu lama pedagang tidak memiliki kios yang representatif," ungkapnya. 

Lanjut Ayep, tempat relokasi pedagang akan ditempatkan di lahan eks terminal karena lokasinya sangat strategis lantaran lahan eks terminal tersebut diapit dua jalan besar yakni Jalan Sudirman di sebelah utara dan Jalan Arief Rahman Hakim di sebelah selatan.

"Lahan eks terminal ini strategis dan ada hampir 500 lapak yang disiapkan oleh pengembang karena emang tugas pengembang menyediakan sesuai MOUnya seperti itu, jadi kita hanya memfasilitasi membantu pengembang untuk memindahkan para pedagang," ujarnya.

"Dalam relokasi pedagang ini, Pemkot Sukabumi sifatnya hanya memfasilitasi dan membantu pengembang dalam pemindahan barang-barang. Pembangunan lapak menjadi tanggung jawab pengembang," tambahnya.

Menurut Ayep, pasar sementara di lahan eks terminal, saat ini tinggal pemasangan jaringan listrik. Sebagai fasilitator, pihaknya sudah menyiapkan nomor pencocokan kios untuk para pedagang.

"Diperkirakan lokasi pasar eks terminal bisa dioperasikan dalam jangka dua minggu ke depan. Dan proses relokasi ini, semuanya gratis, hanya listrik saja yang bayar. Pemkot tidak akan melakukan pungutan dan kami juga melarang pengembang minta biaya atas relokasi tersebut," ucapnya.

Selain itu, Ayep menyebut proses pembangunan Pasar Pelita sesuai perjanjian dan target yang telah ditetapkan akan selesai pada tahun 2019 mendatang.

"Mudah-mudah janji pengembang 2019 ini sudah selesai sudah dan bisa ditempati oleh para pedagang. Dan Para pedang sudah bisa membeli untuk pasarnya," ungkap Ayep.

Disamping itu, sambung Ayep, pihaknya sedang mempersiapkan rekayasa lalulintas angkot untuk bisa lewat ke pasar eks terminal. Agar memudahkan masyarakat berbelanja kesana.

"Dan pak wali juga sedang mempersiapkan Car Freeday setiap minggu dari Assyfa sampai sekitaran Tiara dengan demikian pasar penampungan bisa ramai, tidak hanya pedagang pakaian, basahan, tapi juga mungkin para tukang kopi,cendol,cilok bisa berdagang disana," urainya.

"Nanti pada saat Pasar Pelita selesai semua harus pindah, karena Pasar Pelita disiapkan untuk 3200 pedagang," pungkasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya