JPNews - Sebanyak 101 anggota keluarga dari 87 korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 telah melapor ke pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, sejak Senin (29/10) malam, hingga Selasa (30/10) siang. 

"Jumlah keluarga dan kerabat yang melapor kemungkinan akan terus bertambah, karena kita masih menghimpun data dari posko-posko lainnya," kata Asisten Manajer Lion Group yang menjadi penanggungjawab pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusumah, Tri Siswoyo di Jakarta, Selasa (30/10).

Lion Group telah mendirikan empat posko pengaduan, diantaranya pusat krisis di Bandara Halim Perdana Kusumah depan Gedung Maintenance Division, posko di Hotel Ibis Cawang lokasi keluarga korban menginap, Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, dan Rumah Sakit Bhayangkara Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Data dari tiga posko tersebut, Tri menyebut, masih terus mengalir, dan nantinya akan dikirim ke pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusumah. Informasi yang sudah diterima kemudian akan diverifikasi oleh petugas. "Tiga posko tersebut berada di bawah kendali pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusumah," sebut Tri. Saat ini laporan didata masih secara manual.

Di pusat krisis Lion Air JT610 Bandara Halim Perdanakusumah, tampak juga petugas dari Jasa Raharja untuk pendataan. 

Prosedurnya, keluarga yang datang langsung diarahkan ke meja penerimaan yang terletak di depan pintu masuk Gedung Maintenance Division. 

Petugas nantinya akan menyerahkan formulir ke keluarga yang melapor. Dalam formulir itu, perwakilan pelapor mengisi nama korban, serta kontak yang dapat dihubungi petugas, dan hubungan pelapor dengan korban.

Pesawat Lion Air JT610 jatuh di Tanjung Karawang, Senin pagi, setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 6.10 WIB, Senin.

Pesawat tersebut mengangkut total 189 penumpang, terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam awak kabin.

Hingga saat ini, regu Badan Pencarian dan Penyelamat Nasional (Basarnas) masih melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat.

(Antara)

Komentar

Nasional Lainnya