JPNews - Keluarga Firmansyah Akbar  membenarkan Firmansyah menjadi penumpang Lion Air type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) kemarin, sekitar pukul 06.00 WIB.

Kakak ipar Firmansyah Akbar, Yuli Wahyulita (48) menuturkan, kabar awalnya saya dapat kabar dari temennya SMAnya dulu, karena dia ada grup SMA 1 kebetulan karna dia saudara saya tolong dicek katanya apakah betul Firmansyah itu keluarga dari Sukabumi yang kerja di Pangkal Pinang kebetulan katanya ada dipesawat 610 maskapai Lion Air.

"Setelah itu saya cek ke istrinya, ke adik ipar, lalu ke suami saya dan mereka langsung pergi ke Halim mencari kepastian betulkah Firmansyah ada dipesawat itu, akhirnya langsung disuruh ke Crisis Center karena disana sudah disediakan oleh Departemen Keuangan semua informasi ada disana dan disana difasilitasi untuk keluarga dari Departemen Keuangan untuk menunggu kabar," paparnya kepada sejumlah awak media di kediaman orangtuanya, Kampung Nagrak Kaler, Gang Masjid, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/10).

Lanjut Yuli, Ibu pergi ke halim bersama suami saya dan kaka ipar saya tiba malam langsung tes DNA ke Polri bolak-balik dan sudah menyerahkan dokumen untuk keperluan pencarian korban. 

"Sejauh ini, belum ada kabar terkait ditemukannya Firmasyah. Hari ini kabar terakhir masih dilanjut tes DNA dan kekurangannya," ungkap wanita berjilbab ini.

Menurut Yuli, Firmasyah anak ke enam dari tujuh bersaudara, Istri dan kedua anaknya tinggal di Tangerang. Anak pertamanya kelas 2 SMA dan anak yang kedua masih SD.

Lebih lanjut, Yuli mengatakan, rencana pemakaman, masih menunggu keputusan keluarga. Namun besar kemungkinan di Sukabumi.

"Kita serahkan ke keluarga besar kepastiannya seperti bagaimana," tandasnya.

Diketahui, Firmansyah Akbar satu dari 20 pegawai jajaran Kementrian Keuangan RI yang jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang yang berasal dari Sukabumi.

Firmansyah Akbar saat ini bertugas sebagai Kepala Seksi Penagihan di KPP Pratama Pangkal Pinang. Saat kejadian korban bersama rekan-rekannya berencana pulang untuk kembali bertugas setelah menghadiri acara peringatan hari Kementrian Keuangan. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya