AZP. Gusti Mego

JPNews - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Bandar Lampung AZP. Gusti Mego membantah tudingan Direktur PDAM Kabupaten Pesawaran K. Togarotop dan juga Ketua Pansus Peningkatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesawaran Hipni Idris yang menyebutkan pihak PDAM Way Rilau tidak membayar pajak selama 12 tahun.

Dirinya mengatakan agar PDAM Kabupaten Pesawaran beserta Pansus PAD berhenti berspekulasi yang mengarah kepada hoax.

Hal ini disampaikan Direktur PDAM Way Rilau AZP. Gusti Mego atau yang biasa disapa Peni kepada JP-News.id melalui sambungan telepon.

"Tidak benar itu semua hoax, bisa di cek di kantor kami bahwa selama 12 tahun kami selalu membayar pajak meskipun ke itu ke provinsi," ungkap Peni, Sabtu (27/19).

Dirinya mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya selalu berpegangan kepada aturan serta ketentuan hukum yang memang berlaku.

"Mekanismenya memang seperti itu, kita bayar pajak ke provinsi kemudian provinsi yang membagi melalui dana bagi hasil, jadi jangan bicara yang macam-macamlah kepada ketua Pansus," jelasnya.

"Yang jelas pesan saya kepada pak Toga tolong kalau mau berbicara ya harus berpegangan dengan aturan yang berlaku, jangan hanya berspekulasi sebab kerjaan kami ini banyak jangan hanya habis waktu dengan debat kusir seperti ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Ketua Pansus PAD Kabupaten Pesawaran Hipni Idris mengatakan bahwa PDAM Way Rilau Bandar Lampung tidak membayar pajak selama 12 tahun.

Pajak tersebut terkait dengan pajak air bawah tanah. Menurut Hipni pihak PDAM Way Rilau wajib membayar pajak air bawah tanah, mengingat lokasi mata air tersebut masih termasuk kedalam wilayah administrasi Kabupaten Pesawaran. Yaitu di Way Linti Desa Wiyono Kecamatan Gedongtataan.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Direktur PDAM Kabupaten Pesawaran Togarotop (Toga) dirinya mengatakan ada sebanyak lima sumber mata air yang ada di Way Linti, dan selama ini dari zamannya Bupati Haris Fadillah tidak pernah bayar pajak sampai dengan saat ini.

(snd)

Komentar

Lampung Lainnya