Rahmat Sutrisno

JPNews - Sekda Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno ditunjuk menjadi Pelaksana Harian atau Plh Bupati Cirebon, menyusul bupati Sunjaya Purwadisastra telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terlebih, wakil bupati Cirebon Selly Andriany Gantina yang terpilih DPRD Kabupaten Cirebon sebagai Pengganti antar waktu (PAW) Tasiya Soemadi pada 17 Oktober 2017 silam m memilih maju menjadi calon legislatif (caleg) dapil VIII mencakup Cirebon-Indramayu dengan surat pemberhentiannya oleh Mendagri pada 26 September 2018. Otomatis posisi wakil bupati Cirebon kosong sampai Pilkada 2019 nanti.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, pemberian surat penugasan kepada Sekda Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno untuk menjadi Plh Bupati Cirebon, di Gedung Sate Bandung, Jumat (26/10).

Wagub Uu mengatakan penugasan tersebut sudah sesuai dengan surat yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur Jawa Barat.

Selain itu, lanjut Uu, keputusan serupa dilakukan terhadap kasus sebelumnya dua pekan lalu, yakni pengangkatan Plh Bupati Bekasi menggantikan Bupati Bekasi Neneng Hasanah yang juga ditangkap KPK.

"Jadi sama seperti di Kabupaten Bekasi, pengangkatan plh bupati dilakukan dengan cepat dan sigap sehingga masyarakat tidak dibimbangkan dalam kepemimpinan di Kabupaten Cirebon," kata Uu.

Rahmat diminta bertugas sebaik mungkin memimpin Kabupaten Cirebon dan ia merasa tidak khawatir dengan kemampuan Rahmat tersebut karena telah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Cirebon, mengenal daerah dan pemerintahannya.

"Pak sekda termasuk orang dalam, beliau paham birokrasi dan filosofi masyarakat Cirebon. Sekda yang sudah menjadi Plh Bupati harus mampu melaksanakan roda pemerintahan, jangan sampai stagnan," kata dia.

Menurut dia, salah satu tugas terpenting bagi Plh Bupati Cirebon ini adalah penyusunan APBD 2019 dan harapannya apa yang dirangkum dalam musrenbang harus masuk dalam APBD 2019.

(ant/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya