JPNews - Selain lima kementerian dan dua lembaga masuk top 40 inovasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), terdapat 8 inovasi pemerintah provinsi, 15 inovasi kabupaten, 10 inovasi dari pemerintah kota.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB mengatakan kompetisi Inovasi Pelayanan Publik merupakan wujud dari program One Agency, One Innovation yang mewajibkan K/L dan pemerintah daerah untuk menciptakan minimal satu inovasi setiap tahunnya. 

Proses kompetisi ini dilakukan secara online melalui aplikasi berbasis web Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) melalui http://sinovik.menpan.go.id. 

Telah terekam sebanyak 2.824 inovasi pelayanan publik di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun ini. Bulan September lalu, juga telah dilakukan Penyerahan Penghargaan bagi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018.

Adapun kedelapan inovasi terbaik pemerintah provinsi adalah. 

1. DKI Jakarta - Puskesmas Senen, Dinas Kesehatan (CEK DAN SADARI (Cegah Kanker Serviks dengan Aplikasi MAPLE-S dan Mobil Deteksi Kanker HIBISCUS)

2. DKI Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah Koja – (SIPIL DOYAN JALAN (Sistem Pilih Dokter dan Waktu Pelayanan) Pasien Rawat Jalan Peserta JKN-KIS)

3. Jawa Tengah - Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. R. M. Soedjarwadi (Si Terpa Daya Jiwa (Sistem Terapi Paripurna melalui Pemberdayaan Orang dengan Gangguan Jiwa): Berobat di RSJD R. M. Soedjarwadi  Sembuh Jiwa Raga dan Kembali Fungsi Sosialnya)

4. Jawa Timur - Dinas Perkebunan (Kabinet Arabika (Kolaborasi Pembinaan Ekonomi Terpadu Kopi Arabika)

5. Jawa Timur - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (SIMPADU-PMI (Sarana Informasi dan Pelayanan Terpadu  Pekerja Migran)

6. Kalimantan Selatan – Rumah Sakit Umum Daerah Ulin (BiRD (Babies Respiratory Distress Recovery Device) 

7. Sulawesi Selatan - Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (SEJUTA IKAN (Sertifikasi Pengujian Mutu Hasil Perikanan) Agar Produk Perikanan Sulsel Tetap Mendunia

8. Sumatera Barat - Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar (BASABA sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Bayi)

(mam/JPN)

Komentar

Nasional Lainnya