TOP 0 Bola

Final Piala Presiden 2018

JPNews - Perhelatan Piala Presiden 2018 akhirnya akan memasuki laga pamungkas sabtu (17/2) besok. Laga yang rencananya akan digelar di Stadion Utama Glora Bung Karno ini akan mempertemukan dua tim yang saling bersua di fase grup, Persija Jakarta melawan Bali United.

Keduanya adalah calon juara baru untuk gelaran Piala Presiden yang dihelat pertama kali tahun 2015. Tahta juara Piala Presiden edisi perdana dipegang oleh Persib Bandung. Kala itu tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat dihuni oleh skuad juara liga tahun 2014 dan ditukangi oleh Djanur yang saat ini membesut PSMS Medan. Edisi selanjutnya, Arema menggeser Persib sebagai pemegang takta juara. Kala itu tim Singo Edan mencukur Pusamania Borneo FC 5-1 di stadion Pakansari, Bogor.

Status calon juara baru bagi kedua finalis Piala Presiden 2018 akan menjadi motivasi sendiri bagi keduanya. Terlebih bagi Persija yang sudah 17 tahun puasa gelar di kompetisi nasional. Motivasi pun pasti akan dimiliki oleh Bali United, 'tim baru' di kompetisi sepak bola nasional ini, memiliki perjalanan yang cukup positif. Terakhir mereka menjadi Runner up liga 1 musim lalu, dengan segala polemiknya. Ajang Piala Presiden 2018 akan menjadi pembuktian bahwa mereka memang juara sejati sepak bola Indonesia saat ini.

Bagaimana peluang keduanya membuktikan diri? Kita ulas sedikit perjalanan mereka selama perhelatan piala presiden 2018.

Keduanya tergabung di grup D yang bermain di pulau Dewata, Bali. Ini tentunya menjadi keuntungan bagi tim Serdadu Tridatu. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri membuat langkah Bali United menjadi lebih mudah. Tiga pertandingan disapu bersih tanpa kekalahan. Salah satu tim yang takluk adalah Persija Jakarta yang menjadi lawan di partai final nanti.

Bali United lolos sebagai juara grup dengan poin 9, dari total 9 gol serta 6 gol bersarang ke dalam gawang mereka. Sementara Persija Jakarta yang hanya kalah dari tim tuan rumah di babak penyisihan, mengumpulkan 6 poin. Ini diraih dari 2 kemenangan atas Borneo FC dan PSPS Riau. Macan Kemayoran berhasil menyarangkan 7 gol dengan 3 gol bersarang di jala Andritany.

Dinyatakan lolos ke babak selanjutnya, keduanya pun berhasil melibas lawan-lawan mereka. Madura United yang menjadi lawan pertama di babak knock out menjadi ujian pertama anak asuh Hans Pieter Schaller. Bermain jauh dari Bali, Spaso dan kawan-kawan tertinggal lebih dulu. Sempat saling membalas, pertandingan pun berakhir dengan skor 2-2. Di babak adu penalti, Bali United berhasil menyingkirkan MU dengan skor 7-6.

Setelah itu mereka bertemu tim kuat lain, Sriwijaya FC di babak semifinal. Dalam babak ini, Bali United diegmpur habis oleh pasukan Rahmad Darmawan. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, pada leg pertama statistik pertandingan dikuasai oleh Sriwijaya FC. Hasil kacamata menjadi bekal yang baik bagi Bali United yang kemudian menjamu laskar Wong Kito di Stadion I Wayan Dipta. 

Meski berstatus sebagai tim tuan rumah, Bali United ternyata tetap harus menerima gempuran serangan yang dibangun makan Konate dan Adam Alis dari tengah Sriwijaya. Sembilan tembakan dengan satu shot on goal menjadi bukti gencarnya serangan yang diberikan Sriwijaya FC. Namun sayang, gencarnya serangan Sriwijaya yang tidak membuahkan hasil, harus dibayar mahal dengan gol tunggal dari Demerson di menit ke-80. Gol tunggal dari dua pertemuan itu membawa Bali United menyusul Persija yang telah memastikan diri lebih dulu menjadi finalis.

Sementara Persija yang tampil di hadapan supporter Bali United di babak penyisihan berhasil lolos dengan mengumpulkan 6 poin. Kalah dari Bali United, tidak berarti tim Ibu Kota kalah secara statistik. Terbukti selama babak penyisihan, Persija Jakarta lebih unggul dalam selisih gol ketimbang Bali United. Setelah dinyatakan lolos, Persija kemudian bertemu Mitra Kukar.

Bersua tim Naga Mekes sepertinya bukan hal sulit bagi Macan Kemayoran. Bambang Pamungkas cs berhasil menekuk tim asal Kalimantan itu dengan skor meyakinkan 1-3. Berhasil menaklukan Mitra Kukar, Persija dipertemukan dengan PSMS Medan yang berhasil memutus asa Persebaya Surabaya pada laga sebelumnya. Pada leg pertama di stadion Manahan Solo, Persija menang telak atas PSMS Medan 4-1. Skor ini menjadikan prediksi pertandingan selanjutnya lebih mudah. Di pertandingan kedua, anak asuh Teco kembali mempecundangi Ayam Kinantan dengan skor 1-0. Agregat 5-1 menjadi kunci masuknya Persija ke babak final. 

Dalam hal menyerang, secara statistik, Serdadu Tridatu tentunya lebih unggul ketimbang Macan Kemayoran. 17 gol berhasil diciptakan selama Piala Presiden 2018. Gol tersebut merupakan konversi dari 51 tembakan yang dilesakkan oleh Spaso dan kawan-kawan. Sementara Persija hanya mengantongi 15 gol dari 64 tembakan yang dilesakkan. Keduanya sama-sama mengumpulkan 26 shot on goal selama kejuaraan ini berlangsung.

Statistik di atas tentunya harus diwaspadai oleh lini pertahanan Persija. Bali United lebih ganas dari mereka ketika menyerang. Selain itu, Bali United bisa dibilang lebih efektif dalam hal penyerangan ketimbang Persija Jakarta. Namun, tajamnya lini serang Bali United akan mendapat hambatan dari kokohnya lini pertahanan Persija Jakarta. Selama Piala Presiden 2018 berlangsung, Persija hanya kebobolan 5 gol dengan 10 penyelamatan serta 54 tekel sukses.

Dari statistik di atas Andritany laik diberikan acungan jempol. Begitu pun dengan lini belakang Persija yang dikawal Maman Abdurahman dan kawan kawan. Mereka lebih baik dari sang calon lawan yang kebobolan 12 gol dengan 8 penyelamatan dan 55 tekel sukses.

Tentunya ini pekerjaan besar yang harus dibenahi tim pelatih Bali United sebelum 'bertandang' ke SUGBK. Adapun dari rekor 5 pertemuan sebelumnya, Bali United lebih diunggulkan. Dua kali menang dan dua kali seri bagi Bali United adalah catatan yang harus diperbaiki tim kebanggan The Jak Mania. 

Bagaimana dengan aspek non teknis dari kedua tim? Sepertinya Persija lebih diunggulkan. SUGBK sebagai venue netral bagi laga final terletak di Jakarta yang menjadi kota asal Persija. Hal ini tentunya akan membuat SUGBK akan berubah menjadi orange selama 90 menit pertandingan. Hal ini pula akan sangat menguntungkan Persija secara moriil karena didukung fans fanatiknya yang 17 tahun merindukan Juara.

Meskipun tidak diuntungkan dalam hal dukungan supporter, Bali United diuntungkan dari materi pemain. Setelah diakuisisi oleh Pieter Tanuri dan berganti nama dari persisam menjadi Bali United. Bali United memiliki materi pemain yang tidak bisa diremehkan. 

Memulangkan Kadek Wardana dan Gede Sukadana dari kota Malang, menambahkan Nick Van Der Velden, dan Fadil Sausu di lini tengah adalah keunggulan Bali United. Memiliki Irfan Bachdim, Steffano Lilipaly dan Ilja Spasojevic adalah bukti sahih kekuatan finansial Bali United. 

Keduanya pun kini sedang mewakili Indonesia di piala AFC. Kekalahan di laga perdana pada ajang Internasional tersebut tentunya akan mempengaruhi baik secara langsung ataupun tidak langsung saat partai final nanti. Prediksi penulis, permainan akan sangat seru dengan skor kacamata dalam interval 90 menit pertandingan. 

Ditulis oleh Imam Maula Fikri, penikmat sepak bola tanah air.

Komentar

Bola Lainnya