JPNews - Kekayaan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mendadak jadi sorotan, setelah bupati wanita pertama di Bekasi ini ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan dan gratifikasi.

Dalam aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman KPK, harta kekayaan Neneng tercatat  naik sekitar Rp 9,3 miliar dalam setahun mengemban amanah sebagai kepala daerah.

Pada 2016 lalu, Neneng melaporkan harta kekayaannya kepada KPK sebagai syarat maju dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Saat triwulan ketiga tahun 2016 lalu, tercatat total kekayaannya mencapai Rp 64.132.988.754.

Setahun kemudian, harta Neneng naik menjadi Rp 73.440.114.829. Data ini bahkan telah dimuat di website elhkpn.kpk.go.id tertanggal 13 Agustus 2018 lalu. Harta kekayaan Neneng itu meliputi tanah dan bangunan Rp 61.777.532.000, alat transportasi dan mesin Rp 679.000.000, harta bergerak lainnya Rp 452.708.400, kas dan setara kas Rp 9.989.323.497, harta lainnya Rp 2.200.000.000 sehingga subtotal hartanya mencapai Rp 75.098.563.897.

Namun, karena Neneng memiliki utang Rp 1.658.449.068, maka setelah dikurangi menjadi Rp 73.440.114.829. Perempuan beranak tiga ini merupakan petahana Bupati Bekasi yang mampu mempertahankan kursinya dalam ajang Pilkada 2017.

Bersama Eka Supria Atmaja yang juga politisi Partai Golkar ini, mereka berhasil mengalahkan empat kandidat lainnya dengan perolehan 471.585 suara (39,82 persen). Empat kandidatnya adalah Sa’dudin-Ahmad Dani, Meilina Kartika Kadir-Abdul Kholik, Obon Tabroni-Bambang Sumaryono dan Iin Farihin-KH. Mahmud Al-Kahfidz.

Jumlah suara yang diperoleh Neneng-Eka mengungguli pasangan Sa’dudin-Ahmad Dani sebesar 309.410 suara (26,13 persen). Kemudian disusul Obon Tabroni-Bambang Sumaryono dengan 208.223 suara (17,58 persen), Meilina Kartika Kadir-Abdul Kholik dengan 113.596 suara (9,59 persen) dan Iin Farihin-Mahmud dengan 81.436 suara (6,88 persen).

Tidak hanya unggul dalam perolehan suara, harta kekayaannya juga melebihi empat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi lainnya. Seperti halnya calon Bupati Bekasi Sa’dudin yang memiliki kekayaan saat itu mencapai Rp 8.374.810.412.

Sementara itu kekayaan Meilina Kartika Kadir sebesar Rp 7.766.490.654, lalu Iin Farihin yang mencalonkan diri lewat jalur independen memiliki total harga kekayaan Rp 938.557.559. Selanjutnya Obon Tabroni yang maju lewat jalur independen juga memiliki kekayaan Rp 325.851.468.

Sedangkan di jajaran calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani menjadi orang terkaya dengan total kekayaan Rp 31.867.035.758. Disusul Eka Supria Atmaja sebesar Rp 3.867.016.372.

Kemudian, Abdul Kholik memiliki total kekayaan Rp 3.401.554.842 dan Bambang Sumaryono sebesar Rp 632.230.000. Terakhir, KH Mahmud Al-Khafidz memiliki total harta Rp 168.247.287.

Dilansir dari laman wikipedia, Neneng lahir di Kabupaten Karawang pada 23 Juli 1980. Latarbelakang ekonomi keluarganya sangat terpandang dari sosok sang ayah, H. Yasin. Neneng kecil sempat mengenyam pendidikan di SDN VIII Rengasdengklok Karawang. Saat SMP, SMA dan perguruan tinggi, Neneng pindah mengenyam pendidikan. Terakhir kali dia mengambil fakultas kedokteran di Universitas Yarsi Jakarta dengan lulus pada 2008 lalu.

Di ranah organisasi, Neneng pernah mengemban beberapa jabatan seperti, Ketua PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Bekasi, Wakil Bendahara DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Bendahara Ketua Komita Olahraga (KONI) Kabupaten Bekasi dan Wakil Ketua Mapancas Jawa Barat.

Dia juga merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014. Sementara suaminya Almaida Rosa Putra merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dengan daerah pemilihan VII (Bekasi)

(gun/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya