TOP 0 Edukasi

Foto: Sandi for JPNews

JPNews - Inspektorat Kabupaten Pesawaran siap menindaklanjuti kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang ada di SMPN 10 Satu Atap (Satap) Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran yang dilakukan penarikan dana sebesar Rp100 ribu hingga Rp150 per tahunnya.

Hal ini diungkapkan Inspektorat Kabupaten Pesawaran Inspektur Chabrasman, melalui telepon selulernya, Senin (15/10)

"Kita siap menindaklanjuti kasus pungli yang dilakukan di SMPN 10 Satu Atap Negeri Ulangan Jaya kecamatan Negeri Katon, apabila ada surat resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," ungkapnya

Dikatakannya, selain dia siap untuk menindaklanjuti kasus tersebut, dia juga akan terus berupaya untuk mencari bukti-bukti yang detail dalam membongkar kasus pungli yang sering dilakukan oleh Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Sementara Ketua Komisi lV DPRD Kabupaten Pesawaran Harto Susanto mengatakan terkait pungli yang ada di SMPN 10 Satu Atap tersebut. Dirinya sudah memberi tahu Dinas Pendidikan agar bisa menindaklanjuti permasalahan tersebut.

"Kita akan mengadakan dengar pendapat (haering) terhadap dinas pendidikan hari Kamis atau hari Jumat nanti.  Dengar pendapat (haering) tersebut terkait masalah SMPN 10 Satap yang melakukan pungli terhadap wali murid sebesar Rp100 ribu sampai Rp150, " jelasnya.

Selain itu, Dia juga sangat kecewa dengan Disdik Pesawaran dalam menerapkan mekanisme  di dunia pendidikan di Kabupaten Pesawaran.

“Saya juga bingung peraturan teknis seperti apa yang diterapkan oleh dinas pendidikan, kenapa masih banyak pungli yang terjadi di dunia pendidikan,” kata Dia

Bukan itu saja dia juga menyayangkan Pemerintah Daerah Pesawaran banyak sekali permasalahan bukan hanya di Pendidikan saja.

"Saya juga masih banyak kerjaan mas selain pendidikan ini ada dinas kesehatan dan banyak menangani aduan lain," jelasnya

Disayangkan Sekretaris Disdikbud Yahtar saat di konfirmasi terkait pungli di SMPN 10 Satap melalui telepon selulernya walau aktif namun tidak diangkat. 

(snd/JPN)

Komentar

Edukasi Lainnya